Perakitan Makin Rumit, Makin Menantang

162
MENAKJUBKAN: Hasil kreasi para pencinta Gundam Jepang, menghasilkan beragam robot yang karakternya sesuai dengan perakitnya. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENAKJUBKAN: Hasil kreasi para pencinta Gundam Jepang, menghasilkan beragam robot yang karakternya sesuai dengan perakitnya. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kartun asal Jepang yakni Gundam, pernah berjaya di era 1990-an. Kartun yang mengisahkan peperangan antarrobot ini bertransformasi menjadi sebuah mainan. Mainan yang memiliki bagian sangat kecil hingga membutuhkan ketelitian tinggi, justru digemari Komunitas GunPla Semarang. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

DUNIA Gundam di Kota Semarang ternyata sangat familier di masyarakat. Tidak hanya anak-anak kecil, orang dewasa pun menggilai mainan yang berisi berbagai karakter tokoh robot ini. Hingga akhirnya, para pencinta Gundam ini tergabung dalam satu komunitas bernama GunPla Semarang. Komunitas ini mengakomodir ratusan pencinta Gundam dari berbagai usia.

”Komunitas GunPla Semarang, berdiri sejak adanya lomba Gundam di Kota Semarang pada akhir Desember 2011. Lantaran ada kesamaan hobi, kemudian terbentuklah komunitas tersebut,” kata pendiri GunPla Semarang, Decky Chandra Christian Hanidita.

Tepatnya, komunitas ini bediri sejak 31 Desember 2011. Sudah rutin menggelar kopi darat (Kopdar) untuk sharing koleksi masing-masing. Tercatat sudah ada ratusan orang yang masuk dalam komunitas ini.

Selain perakitan, pemilik toko yang menjual Gundam di Kota Semarang ini, juga bertukar informasi tentang ilmu Gundam. Di antaranya mengenali jenis Gundam, cara perakitan, info seputar hobi sampai cara pengecatan Gundam agar lebih terlihat nyata.

Menurutnya, Gundam berbeda dengan mainan robot lain yang bisa langsung dimainkan. Mainan jenis ini punya proses panjang dari perakitan, pengecatan hingga penambahan aksesori tambahan. ”Setiap orang pasti punya imajinasi masing-masing, tergantung kreativitas dan ketekunan untuk menghasilkan variasi yang maksimal,” timpalnya.

Dari kerumitan dan proses yang panjang tersebut membuat Gundam tak lekang oleh waktu dan semakin digemari. Semakin mengkoleksi Gundam, seakan tertantang untuk menghasilkan karakter yang sesuai dengan aslinya. ”Asyiknya mungkin itu, semakin rumit ya semakin asyik,” tambahnya.

Hobi ini terbilang mahal, lantaran harga sebuah robot Gundam tidak murah. Untuk membeli satu karakter, tak jarang harus merogoh kocek yang cukup dalam. Sekadar informasi, sebuah karakter Gundam dijual dari harga Rp 80 ribu sampai jutaan rupiah. ”Setelah dirakit tidak buat mainan, tapi hanya dipajang untuk penghias ruangan dan kepuasan saja,” ujarnya.

Selain memberikan wadah bagi pencintanya, komunitas ini rutin mengadakan lomba setiap tahun. Kategori yang dilombakan seperti sisi kreativitas variasi, kategori straight build alias hanya dirakit tanpa diberi tambahan cat dan sebagainya. ”Harapannya, dengan kegiatan-kegiatan itu, kami berharap komunitas ini akan terus eksis,” pungkasnya. (*/ida/ce1)