Menarik Investor, Widya Undang PM Singapura

225
POTONG PITA: Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti meresmikan penempatan rusunawa di Kebondalem, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTONG PITA: Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti meresmikan penempatan rusunawa di Kebondalem, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti terus berupaya menarik investor ke Kendal. Rencananya, selain akan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK), orang nomor satu di Kendal ini akan mengundang juga Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Undangan terhadap Ketua Kerajaan Singapura tersebut, disengaja Bupati Widya, untuk menarik para investor dari luar negeri yang memiliki perusahaan internasional agar masuk ke KIK. ”Dengan masuknya perusahaan-perusahan multinasional tersebut, maka pembangunan KIK akan cepat dilakukan,” ujarnya di sela peresmian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kebondalem, Senin (15/6) kemarin.

Dikatakan dia, dengan pembangunan KIK, dirinya berkeyakinan Kendal dapat maju setara dengan kota-kota besar di Indonesia lainnya. Sebab pembangunan KIK akan disertai dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya. Seperti hotel, mal, sekolah, rumah sakit, taman dan jalan-jalan lengkap dengan penerangannya.

”Jadi Kendal akan menjadi satu-satunya kabupaten di Jateng yang unggul dibanding kabupaten/kota lainnya. Sebab dengan adanya KIK, akan menarik para investor lain untuk masuk dan menanamkan investasinya di Kendal,” tandasnya.

KIK dia klaim akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kendal. Sebab banyaknya perusahaan melakukan investasi di Kendal, akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan tersebut. Sehingga tidak ada lagi pengangguran di Kendal.

Upaya lain untuk menarik investor adalah pengembangan wisata daerah di Kendal. Menurut Bupati Widya, Kendal memiliki wisata alam dan wisata pantai yang sangat indah. Seperti Curug Sewu, Pantai Sendang Sikucing dan lainnya. ”Di Curug Sewu sudah mulai masuk investor yang membangun hotel dan lapangan golf. Hal itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar tempat wisata,” tambahnya.

Selain menyoal investor, ia juga memiliki upaya lain untuk memajukan Kendal melalui Pelabuhan Kendal. Yakni pelabuhan niaga yang mulai dibangun dan pelabuhan penyebrangan yang tinggal menunggu izin dari Kementerian Perhubungan.

Sementara Kepala Dishub Kendal, Subarso mengatakan pelabuhan memang masih menunggu izin operasi. Pengelolaannya nanti akan dilakukan oleh Dinas Perubungan berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT). ”Untuk pelabuhan niaga, sudah ada 200 kapal yang masuk dan bersandar di Kendal,” tuturnya. (bud/ida/ce1)