CINTA SEPAK BOLA: Bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama klub sepak bola Persisac Semarang dan Puslat Bina Taruna, Tambakromo, Pati sebelum babak final Piala Aditya Indocement III 2015. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CINTA SEPAK BOLA: Bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama klub sepak bola Persisac Semarang dan Puslat Bina Taruna, Tambakromo, Pati sebelum babak final Piala Aditya Indocement III 2015. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Prestasi sepak bola tidak bisa didapat begitu saja, namun harus dibangun sedikit demi sedikit melalui pelaksanaan kompetisi yang rutin. Dengan pelaksanaan kompetisi secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan mampu menjaring bibit-bibit pesepak bola sejak dini.

Hal tersebut dikatakan bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyaksikan Turnamen Sepak Bola Piala Aditya Indocement III 2015. Kompetisi tersebut digelar di lapangan Citarum, Semarang, Minggu (14/6) setelah 7 (tujuh) tahun vakum diselenggarakan.

Menurut Mbak Ita, panggilan akrab Hevearita, kompetisi serupa harus dilaksanakan secara berkelanjutan. ”Apalagi saat ini sepak bola di Indonesia sedang stagnan, maka harapannya dari turnamen ini bisa mendapatkan bibit-bibit atlet sepak bola yang diharapkan bisa matang dan tumbuh ke jenjang kompetisi profesional serta dapat mengharumkan nama bangsa dan negara,” ujar Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) tersebut.

Ketua Panitia Piala Aditya Indocement III 2015, Suwarsono mengatakan turnamen tersebut diikuti 6 klub. Yaitu 4 klub dari Kota Semarang dan masing-masing 1 klub dari Pati dan Jepara. ”Yang ikut dalam turnamen ini adalah para pemain usia 17 tahun. Turnamen menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi klub pemenang dan pemain terbaik,” ungkapnya.

Klub sepak bola Persisac Semarang akhirnya menjadi juara 1 turnamen tersebut. Juara 2 ditempati Puslat Bina Taruna, Tambakromo, Pati dan juara 3 bersama diraih Akademi 18, Jepara serta Adisase, Semarang. (ric/ce1)