Jalur Perseorangan Tidak Ada Pendaftar

146
IST
IST

SEMARANG – Pilwalkot Semarang 2015 dipastikan hanya akan diikuti oleh partai politik atau gabungan partai politik. Pasalnya hingga sampai batas akhir pendaftaran calon wali kota-wakil wali kota dari jalur perseorangan pada Senin (15/6) pukul 16.00, tidak ada satu pun kandidat yang mendaftar ke KPU Kota Semarang.

Tentu ini berbeda dengan Pilwalkot Semarang Tahun 2010 lalu. Saat itu ada tiga pasangan yang mengajukan diri melalui jalur perseorangan. Kendati hingga batas akhir verifikasi calon tidak ada satu pun kandidat yang memenuhi persyaratan. Bahkan Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijaprata yang sebelumnya berniat maju melalui jalur perseorangan juga tidak melakukan pendaftaran. Tingginya angka dukungan yang wajib dipenuhi calon, diduga menjadi alasan utama. ”Karena syarat tidak mudah, yakni 6,5 persen atau 105.464 dukungan dari total penduduk Kota Semarang, itu bukan jumlah yang kecil. Dan hingga batas waktu pendaftaran, tidak ada yang mendaftar, kapan hari ada yang konsultasi ke KPU,” terang Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono, kemarin.

Sebelumnya, lanjut Henry, memang ada salah satu figur yang berniat mendaftarkan diri sebagai kandidat wali kota lewat jalur perseorangan. Namun karena jumlah dukungan yang kurang, kandidat tersebut urung mendaftarkan diri. ”Jadi ada tim dari calon perseorangan yang konsultasi, tanya-tanya ke KPU, namun hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak mendaftar, kabarnya dukungan dari pemilih masih kurang,” katanya.

Saat ditanya apakah persyaratan dukungan yang berat menjadi penghambat calon perseorangan Henry Wahyono enggan berkomentar lebih jauh. ”Kalau soal itu tentu harus melalui penelitian dan kajian di masyarakat, kami hanya melaksanakan ketentuan saja,” katanya.
Dengan demikian KPU juga tidak akan melakukan verifikas dan tahapan selanjutnya jika ada calon perseorangan. KPU akan melakukan tahapan selanjutnya yakni menunggu hasil verifikasi daftar penduduk potensial pemilih pilkada.

Saat ini berkasnya masih di KPU RI, mulai tanggal 20-23 Juni akan dikirim ke KPU kabupaten/kota untuk dilakukan verifikasi. Termasuk dengan data pemilih pada Pilpres Tahun 2014 lalu. Selain itu pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan Kejari Semarang terkait dengan pelaksanaan pilwalkot, mulai dari persoalan hukum jika ada, pengawasan pengadaan barang dan jasa dan lain sebagainya. (zal/ce1)