Puluhan Angkot Tak Lolos Uji Emisi

296
UJI EMISI: Salah satu kendaraan roda empat saat dilakukan uji emisi di kampus Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJI EMISI: Salah satu kendaraan roda empat saat dilakukan uji emisi di kampus Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJI EMISI: Salah satu kendaraan roda empat saat dilakukan uji emisi di kampus Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KARANGTEMPEL – Pencemaran udara semakin hari semakin memprihatinkan. Selain industri, penyumbang terbesar polusi udara adalah asap kendaraan bermotor. Hasil uji emisi kendaraan yang dilakukan Fakultas Teknik Universitas PGRI Semarang (Upgris), ditemukan puluhan angkutan kota (angkot) yang gas buangnya melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Padahal angkot tersebut sudah dinyatakan lolos uji KIR yang dilakukan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kota Semarang.

Wakil Dekan II Fakultas Teknik Upgris, Slamet Supriyadi di sela kegiatan uji emisi gratis, Jumat (12/6) kemarin, mengatakan, dalam kegiatan itu, ditargetkan 100 kendaraan roda empat dilakukan uji emisi. Di antaranya, mobil miliki para dosen, karyawan, masyarakat umum, serta angkot yang melintas di Jalan dr Cipto, Semarang.

”Jika pada uji emisi tersebut tidak lolos uji, akan diberikan layanan servis gratis bagi kendaraan tersebut. Saat uji emisi itu, khusus untuk angkutan kota memang tidak lulus semua,” katanya.

Dia menyebutkan, kendaraan roda empat dinilai lolos uji emisi jika gas buangnya memiliki kadar CO 1,5 persen untuk kendaraan keluaran 2007 ke atas, dan maksimal kadar CO 4,5 persen untuk kendaraan keluaran 2007 ke bawah.

”Lebih dari itu, maka tidak lolos uji, dan dinyatakan tidak ramah lingkungan. Untuk ukuran hidrokarbonnya, patokan angkanya 200 max ppm untuk kendaraan keluaran 2007 ke atas, dan 1.200 max ppm untuk kendaraan keluaran 2007 ke bawah,” tuturnya.

Rektor Upgris, Muhdi, mengatakan, kegiatan itu merupakan kali pertama digelar oleh kampusnya. Ke depan, kegiatan itu akan dilaksanakan secara berkala. Harapannya, selain mengampanyekan pentingnya lingkungan udara bersih kepada warga kampus dan masyarakat sekitar, juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk merawat kendaraannya dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gas buang di atas ambang batas.
”Pemanasan global dan perubahan iklim salah satunya diakibatkan oleh gas buang kendaraan yang merusak. Dalam kegiatan ini, kami melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik serta pihak ketiga,” ungkapnya. (ewb/aro/ce1)