SOSIALISASI ISC: Wakil Bina Wasa Kwarcab Semarang, Joko Rusbiantoro, dan perwakilan masing-masing kwaran se-Kabupaten Semarang berfoto bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI ISC: Wakil Bina Wasa Kwarcab Semarang, Joko Rusbiantoro, dan perwakilan masing-masing kwaran se-Kabupaten Semarang berfoto bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Seluruh pembina Pramuka di Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Semarang, menyambut baik rencana pelaksanaan program nasional Indonesia Scouts Challenge (ISC) persembahan Jawa Pos Group dan PT DBL bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka.

Kegiatan tersebut terus disosialisasikan, seperti Kamis (11/6) kemarin, sosialisasi aktivitas seru berkemah dilakukan tim Jawa Pos Group dan PT DBL di Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Semarang bertempat di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang.

Hadir dalam pertemuan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz, Sugiyanto dan Yetty Tri Susanti serta perwakilan dari PT DBL, Ajie. Hadir pula Wakil Bina Wasa Kwarcab Semarang, Joko Rusbiantoro, serta masing-masing Ketua Kwaran se-Kabupaten Semarang.

”Kita sangat mengapresiasi dengan adanya rencana kegiatan ISC. Sehingga gerakan Pramuka semakin dicintai dan tetap jaya. Apalagi Pramuka menjadi salah satu kegiatan untuk membangun karakter bagi generasi muda bangsa ini,” tutur Joko.

Abdul Aziz mengatakan, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari MoU antara Jawa Pos Group dengan Kwarnas Pramuka di Jakarta, serta hasil Rekerda Pramuka Jateng di Semarang sebelumnya.

Menurut Aziz, kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian dalam mengembangkan kegiatan Pramuka. Sebab, dalam kegiatan Pramuka itu ada nilai-nilai penting seperti kegotongroyongan, kekompakan, kemandirian dan kepemimpinan.

”Sehingga dengan kegiatan tersebut Gerakan Pramuka bisa lebih dicintai dan dikenal masyarakat luas. Sebab, kegiatan Pramuka sangat bagus, karena mengandung nilai-nilai penting. Kegiatan perkemahan Pramuka tersebut nantinya diselenggarakan oleh masing-masing kwarcab selama dua hari dengan sistem kompetisi,” ungkap Aziz.

Perwakilan dari PT DBL, Ajie, memaparkan, syarat pendaftaran terbuka untuk gugus depan (gudep) atau satuan komunitas (sako). Dalam kegiatan ini, satu gudep bisa mengirimkan lebih dari satu regu putra-putri. Setiap regu terdiri atas 10 siswa, termasuk pemimpin regu dan 1 orang pembina. Selanjutnya dalam kegiatan perkemahan tersebut akan dilakukan dengan sistem kompetisi. Bagi regu yang berhasil lolos seleksi akan maju ke tingkat daerah dan berjenjang ke tingkat nasional.

”Juara di tingkat nasional akan diberangkatkan ke Amerikat Serikat. Kegiatan ini dikemas secara modern dan menghibur dengan games-games yang seru dan mendidik. Tentunya games-games yang Pramuka banget,” kata Ajie.

Peserta ISC adalah pelajar kelas 4 dan 5 SD/MI maksimal berusia 12 tahun pada tahun ajaran 2015/2016 yang berasal dari 7 provinsi. Yakni, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Pendaftaran bisa dilakukan di Kwarcab masing-masing dan kantor Jawa Pos Group setempat.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, ditemui secara terpisah mengatakan, pihaknya siap menyukseskan ISC. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan inovasi-inovasi baru dengan game-game yang fun, mandiri dan mendidik.
”Pramuka nantinya tidak saja dikenal hanya dengan salam Pramuka serta tali-temali saja. Para pembina harus mampu keluar dari pakemnya. Harus mampu berinovatif dengan game yang fun namun tidak keluar dari Dasadarma dan SKU Pramuka,” tuturnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang ini, pembina Pramuka harus bisa keluar pakem. Karena rata-rata pembina setelah melatih Pramuka, akan dilanjutkan oleh kakak-kakak alumni.

”Pembina tentu sudah bersertifikat. Sertifikat melatih ya untuk melatih. Kadang-kadang mereka hanya mencari legalitas saja. Mending tidak punya legalitas apa-apa, tapi di depan anak-anak lebih menarik,” katanya. (tyo/yet/aro/ce1)