PLN Ditagih Memperbaiki Jalan Rusak

234
JALAN RUSAK : Jalan menuju lokasi PLTU di Desa Karanggeneng, rusak parah dan sudah sepuluh tahun tidak pernah diperbaiki Pemkab Batang. Sedangkan dana CSR dari PLN hanya janji belaka. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
JALAN RUSAK : Jalan menuju lokasi PLTU di Desa Karanggeneng, rusak parah dan sudah sepuluh tahun tidak pernah diperbaiki Pemkab Batang. Sedangkan dana CSR dari PLN hanya janji belaka. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Lantaran jalan rusak yang tidak juga diperbaiki, puluhan warga menagih janji kepada Manager Area PLN Wilayah Pekalongan pada saat Sosialisasi Rencana Pengadaan Tanah Sisa Lahan PLTU 2 X 1.000 megawatt, kemarin.

Pasalnya, PLN sebelumnya telah berjanji, akan memperbaiki jalan rusak yang ada di tiga desa tersebut sepanjang 1,7 kilometer. Warga juga menuntut agar PLN segera memperbaiki jalan rusak sebelum hari raya Idul Fitri tahun ini.

Roidin, 47, tokoh masyarakat Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, mengungkapkan bahwa salah satu ruas jalan desa yang mengalami kerusakan parah ada di Desa Karanggeneng, di jalur menuju balai desa.

Menurutnya jalur itu digunakan truk yang menuju ke lokasi PLTU, pada saat Dirut PLN Sofyan Basir, melakukan kunjungan ke Desa Karanggeneng, PLN akan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR), sebesar Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

”Katanya keberadaan PLTU mau mensejahterakan rakyat, tapi jalan rusak saja tidak diperbaiki. Buktinya mana? Padahal kami mendukung pembangunan PLTU, PLN jangan hanya janji-janji saja,” ungkap Roidin, dengan nada kecewa. Kades Karanggeneng,Walyono, menyayangkan sikap PLN yang belum juga menunjukkan niat baiknya, untuk memperbaiki jalan rusak, sesuai janji Dirut PLN saat itu.

Hal senada dikatakan Kades Ujungnegoro, Budi Arifin. Mereka berharap, agar PLN dengan dana CSR PLN, bisa melakukan perbaikan jalan rusak dan infrastruktur lain yang selama ini kurang diperhatikan. ”Katanya ada dana Rp 1 miliar untuk tiga desa, tapi sampai sekarang belum cair. Padahal, itu sudah dilontarkan Dirut PLN sejak Maret 2015. Namun, sudah tiga bulan lalu janji tersebut belum juga terealisasi, mana janji PLN,” kata Walyono.

Sementara itu, Manager PT PLN Wilayah Area Pekalongan, Djoko Trihastjarjo menegaskan, pihaknya sudah bertemu dengan Kades-Kades di lokasi PLTU. Dana CSR dari PLN sebesar Rp 1 miliar, ditujukan untuk bantuan infrastruktur dan bantuan sosial seperti untuk madrasah.
Namun hingga saat ini masih ada hal-hal teknis, yang harus dilakukan guna proses pencairan, serta pelaksanaan dana CSR tersebut,seperti rencana anggaran biaya (RAB) serta hal teknis lainnya.

” Kami mohon doanya semoga semua tahapan yang ada, tidak melesat dan berjalan lancar,” tegas Djoko Trihastjarjo, dihadapan warga Desa Karanggeneng dan Desa Ujungnegoro. (thd/ric)