Operasi Pasar, Tambah 1 Ton Beras

162
BERAS : Salah satu komoditi yang menjadi favorit di Operasi Pasar adalah beras, yang nantinya akan dijual lebih murah dibanding harga pasar. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BERAS : Salah satu komoditi yang menjadi favorit di Operasi Pasar adalah beras, yang nantinya akan dijual lebih murah dibanding harga pasar. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Untuk mengantisipasi kekurangan stok beras dalam operasi pasar saat bulan puasa mendatang, Disperindagkop akan menambahkan 1 ton beras untuk setiap lokasi saat digelar operasi pasar.

Kabag Perekonomian Disperindagkop Kota Pekalongan, Setyo Susilo menjelaskan Operasi Pasar tersebut memang rutin digelar setiap tahun. “Acara ini digelar rutin setiap tahun, untuk tahun ini akan digelar dari 22 Juni sampai 9 Juli 2015,” ucapnya saat ditemui di Balaikota usai koordinasi dengan pihak-pihak terkait, Kamis (11/6).

Operasi pasar rencananya akan digelar di 47 lokasi pada 27 Kelurahan di Kota Pekalongan. Dijadwalkan pada setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis, dari pukul 08.30 sampai 14.00. “Khusus komoditas beras kami gunakan kupon, karena waktu penjualan juga dibatasi,” ujarnya.

Kupon akan dibagikan ke Lurah dan pihak kelurahan yang berhak membagi kepada warganya sendiri. Siapa yang berhak menerima. Pihak kelurahan sendiri yang lebih paham. Pembatasan penjualan khusus beras berlaku dari pukul 08.00 sampai pukul 10.30, sedang untuk barang sembako lainnya waktunya bebas.

Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan pasokan beras seperti saat digelar operasi di tahun sebelumnya, Disperindagkop akan menambahkan 1 ton beras. “Untuk mengatasi kebutuhan yang tinggi, dari jatah standar cuma 2,5 ton beras, kini kami tambah 1 ton, jadi toal 3,5 ton di setiap titiknya,” terangnya.

Selain itu pihaknya menjamin harga barang di operasi pasar dijamin jauh dari harga pasar saat itu juga. “Misal saat ini harga beras dijual rata-rata Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu, kita jual hanya Rp 8 ribu saja,” jelasnya.

Hal tersebut juga dipertegas bahwa pihaknya sudah sepakat dengan distributor terkait harga tersebut. Bahkan jika nanti ada penurunan harga, akan disesuaikan, tetap lebih murah dari harga pasar. Untuk itu pihaknya akan mengeluarkan subsidi senilai Rp 360.701.500. “Intinya kami jual benar-benar lebih murah dari harga pasar,” tandasnya. (han/ric)