BARUSARI – Dua warga Sawah Besar Semarang berinisial B dan D berhasil dibekuk petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) setelah kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 1,5 gram saat membesuk tahanan di sel tahanan Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/6) sore.

Aksi konyol tersebut tepergok oleh petugas yang sedang berjaga. Tentu saja keduanya langsung ditangkap. Menurut informasi yang dihimpun, keduanya bermaksud menjenguk seorang tahanan kasus narkoba berinisial W yang lebih dahulu tertangkap.

Tertangkapnya dua penyelundup, membuat petugas langsung menggelar tes urine terhadap 70 tersangka yang menghuni sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 70 tahanan yang dites urine, 12 tahanan di antaranya positif mengonsumsi narkoba. 10 tahanan merupakan tahanan kasus narkoba dan dua di antaranya wanita. ”Ada 12 tahanan yang positif memakai narkoba,” ujarnya.

Selain sabu, petugas juga menemukan sedotan untuk alat isap yang dibawa oleh dua pelaku. Dari pemeriksaan kedua pelaku mengaku baru sekali menyelundupkan narkoba ke dalam sel tahanan. ”Ngakunya baru sekali, tapi saat ini masih terus didalami kasusnya. Keduanya pun kini sudah kami tahan,” tandasnya.

”Modusnya adalah menyembunyikan sabu-sabu di dalam bungkus rokok, setelah digeledah terdapat barang bukti berupa 1,5 gram sabu. Mereka juga membawa makanan, dan minuman untuk mengelabui petugas,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Eko Hadi Prayitno, kemarin.

Pihaknya mengklaim, petugas sudah melakukan razia rutin di sel tahanan. Namun diduga ada modus penyelendupan dilakukan setelah adanya razia kemudian dikonsumsi tahanan sampai habis, sehingga ketika razia kembali digelar, tidak ada barang bukti. ”Saat ini masih didalami alurnya. Razia pun sudah dilakukan secara rutin, jadi narkoba mungkin dipakai setelah diadakan razia atau disimpan dulu,” ucapnya.

Barang bukti yang disita dari usaha penyelendupan narkoba sendiri diamankan 1,5 gram sabu yang disimpan dalam tiga klip kecil, tiga handphone, dua bungkus rokok, sedotan dan uang kertas recehan Rp 1.000, Rp 5.000, dan serta koin. (den/zal/ce1)