TERUS DIKEBUT : Pesawat tinggal landas dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Proyek pengembangan bandara tersebut diharapkan selesai pada 2017. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
TERUS DIKEBUT : Pesawat tinggal landas dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Proyek pengembangan bandara tersebut diharapkan selesai pada 2017. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan Bandara Internasional Ahmad Yani akan tetap berada di Semarang. Meski sempat muncul wacana pemindahan bandara ke daerah lain, namun hal tersebut sudah tidak ada lagi. Bahkan, saat ini tengah dilakukan pengembangan bandara dan ditargetkan selesai pada 2017.

”Pemerintah sudah memastikan untuk menjadikan Bandara Ahmad Yani di Kota Semarang menjadi bandara yang modern. Tetapi tetap tidak meninggalkan ciri khas Jawa Tengah-nya. Sesuai rencana, pengembangan bandara ini berdesain floating airport, sehingga seolah-olah mengambang dan panorama dari atas tampak sangat artistik,” ungkapnya.

Ganjar mengakui pada awal kepemimpinannya memang sempat mewacanakan pemindahan bandara Ahmad Yani, yaitu ke Kendal atau ke Demak. Namun, sekarang ini pemerintah telah memutuskan untuk mengembangkan Bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional yang lebih representatif. ”Kita bisa menyaksikan kemegahan Bandara Ahmad Yani ini pada 2017 nanti,” imbuhnya.

Untuk jangka pendek, lanjut Ganjar, akan dilakukan perbaikan dan penambahan sarana-prasarana penunjang untuk kenyamanan calon penumpang. Di antaranya perluasan area parkir, pengaturan akses jalan menuju bandara, serta penertiban calo tiket pesawat terbang. ”Saya membayangkan jika pengembangan bandara ini telah selesai, calon penumpang akan betah berlama-lama di bandara karena suasana di kawasan bandara yang nyaman,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan meminta kepada Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani agar menyediakan informasi kepariwisataan di bandara. Hal ini untuk memudahkan para penumpang mendapatkan informasi soal pariwisata di Jateng, termasuk mengenalkan Karimunjawa yang menjadi salah satu tempat yang gencar dipromosikan.

”Saat ini Karimunjawa sudah bisa disinggahi dengan menggunakan pesawat terbang. Setidaknya dalam satu minggu ada dua penerbangan dari Bandara Ahmad Yani ke Karimunjawa. Jika frekuensi wisatawan ke Karimunjawa semakin banyak, jadwal penerbangan ke sana akan ditambah,” tandasnya.

Proses pembangunan bandara saat ini masih dalam tahap satu meliputi pembangunan jalan akses dari dan menuju bandara. Pada tahapan ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya beserta PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp Rp 286,4 miliar. Tahap satu ini diperkirakan selesai Februari 2016 mendatang.

Setelah tahap pertama selesai, kemudian berlanjut pada tahap kedua yakni pengerjaan apron dan taxiway dengan anggaran Rp 155,9 miliar. Paket kedua ini dikerjakan PT Pembangunan Perumahan. Setelah itu dilanjutkan tahap tiga dan empat yakni pembangunan terminal serta bangunan penunjang dan pelengkap, seperti penginapan atau supermarket. Untuk dua tahap terakhir ini masih belum dilakukan proses lelang. (fai/ric/ce1)