Nasabah Dirampok, Rp 87 Juta Amblas

195

BATANG – Seorang nasabah BRI Kota Batang, Nina, 34, warga Kabupaten Batang, Rabu (10/6) siang dirampok dua orang tak dikenal ketika keluar dari Kantor BRI di Alun-alun Kota Batang. Akibatnya uang tunai sebesar Rp 87 juta yang baru saja diambil oleh Nina dari BRI berhasil dibawa kabur oleh dua orang perampok tersebut.

Mendapat laporan adanya perampokan, Sat Reskrim Polres Batang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan melihat rekaman CCTV yang ada di beberapa titik, yang diletakkan di depan Kantor BRI Alun-alun Batang.

Selamet, 47, tukang parkir yang ada di depan Kantor BRI mengungkapkan, kejadian perampokan pada siang itu berlangsung sangat cepat, dan nyaris tidak diketahui oleh warga lain jika nasabah yang dirampok tidak berteriak histeris.

Menurutnya, saat itu ada mobil Toyota Avanza warna silver yang diparkir di depan Kantor BRI. Namun tak berapa lama mobil tersebut langsung tancap gas setelah dua orang masuk ke dalam mobil. “Kejadian persisnya saya kurang tahu, karena sebelumnya mobil Avanza warna silver di parkir di depan Kantor BRI dalam keadaan mesin hidup, dan tak berapa lama langsung tancap gas ke arah barat,” ungkapnya.

Dari hasil rekaman CCTV milik BRI, diduga pelaku terdiri dari 3 orang yang mempunyai tugasnya masing-masing. Para pelaku tersebut sudah menguntit korbannya sejak berada di dalam ruang tunggu BRI. Mereka mengawasi nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar, dan memberitahukan para rekan lainnnya, sementara mobil Avanza dalam posisi siap tancap gas.

Dalam rekaman CCTV terlihat mobil Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1460 VQ, yang diduga digunakan pelaku perampokan, saat parkir di depan Kantor BRI Batang, dan tancap gas usai perampokan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Batang,AKP Hartono, ketika dihubungi belum dapat memberikan keterangan resmi, karena masih mengumpulkan data serta mempelajari hasil rekaman CCTV yang ada di Kantor BRI Alun-alun Batang. “Kami masih mengidentifikasi orang yang terekam pada CCTV, yang diduga pelaku berjumlah lebih dari 3 orang,” tuturnya. (thd/ric)