RUSAK: Jalur perbatasan Kabupaten Semarang dan Grobogan, Desa Ngombak, rusak dan Talud mengalami longsor. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK: Jalur perbatasan Kabupaten Semarang dan Grobogan, Desa Ngombak, rusak dan Talud mengalami longsor. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRINGIN – Pembangunan jalan di desa Wiru sampai Nyemoh untuk mengantisipasi arus mudik lebaran sudah dimulai dilakukan. Sampai saat ini pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer tersebut, baru selesai setengah jalan.

Pantauan di lokasi, pembangunan yang jalan Wiru-Nyemoh menyebabkan kemacetan cukup panjang. Sehingga warga menggunakan momen ini untuk menjadi petugas buka tutup jalan. Pasalnya menjelang ramadan, sejumlah masyarakat di daerah Kecamatan Bringin banyak yang melakukan kegiatan Nyadran. Selain itu truk-truk muatan, juga banyak yang melewati jalan Salatiga-Kedungjati tersebut, karena dinilai lebih cepat.

Sumiati, 35, petugas buka tutup jalan mengatakan, pembangunan baru selesai setengah jalan. Sementara setengah jalan yang sudah jadi belum bisa dilintasi. Karena jalan belum sepenuhnya kuat. Maka kalau tidak diatur dengan system buka-tutup bisa menyebabkan jalan macet. “Kami sudah menjaga di sini berbulan-bulan. Sejak dimulai proyek pembangunan jalan. Jalan ini harus dijaga, kalau tidak, bisa menyebabkan kemacetan panjang. Jalan yang bisa digunakan hanya satu jalur. Kalau arus bertabrakan di tengah, kendaraan akan sulit keluar. Karena terhalang pondasi jalan dan teras rumah warga,” katanya, kemarin.

Tokoh masyarakat Wiru, Nuridin, 32, mengatakan, kontrak kerja kemungkinan jalan baru bisa selesai sebelum lebaran. Memang daerah Wiru adalah tanah kapur, jadi jika hanya diaspal saja tanpa dibeton jelas cepat rusak. “Meskipun debu jelas mengganggu masyarakat, tapi demi kemaslahatan bersama masyarakat harus ikhlas. Toh ini hanya sementara,” katanya.

Sementara itu, di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan sebuah talud jalan yang menghubungkan Tempuran ke Kedungjati mengalami longsor sedalam 7 meter. Berdasarkan pantauan wartawan Talud sudah mulai dibangun tapi jalan masih belum bisa digunakan sepenuhnya. (abd/fth)