Gunakan Perahu Drum Bekas Tiru Brimob

709
SEDERHANA : Berbekal perahu rakitan, parang dan ganco, beberapa warga bantaran sungai Bremi Kelurahan Tirto terlihat membersihkan enceng gondok yang tumbuh subur menutupi sungai. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
SEDERHANA : Berbekal perahu rakitan, parang dan ganco, beberapa warga bantaran sungai Bremi Kelurahan Tirto terlihat membersihkan enceng gondok yang tumbuh subur menutupi sungai. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

Berinisitif membersihkan sungai dari sampah dan enceng gondok, warga Tirto Kota Pekalongan, bergerak mandiri dengan membuat perahu sederhana. Seperti apa?

Lutfi Hanafi, Pekalongan

Sejumlah warga RT 03 RW 01 Kelurahan Tirto yang berada di bantaran Kali Bremi setiap hari terlihat membersihkan tanaman enceng gondok yang dalam beberapa bulan terakhir tumbuh subur di sungai tersebut.

Warga berinisiatif membersihkan kali tersebut karena sejak musim kemarau tiba, tanaman ini berkembang sangat cepat karena aliran sungai tidak mengalir. “Kami membersihkan kali ini karena risih melihat kondisi kali yang tidak terawat. Tanaman-tanaman pengganggu tumbuh subur di sungai yang sudah mulai dangkal ini. Apalagi, tanaman enceng gondok ini disinyalir sebagai sarang nyamuk, jika tidak dibersihkan takut akan membawa penyakit pada keluarga kami”, kata Robby, salah satu warga yg berprofesi sebagai sopir travel.

Beberapa alat sederhana juga tampak digunakan oleh warga, yakni berupa parang, ganco, tambang dan perahu rakitan. Yang unik adalah perahu yang digunakan warga. Berukuran sedang, 2 x 3 meter, perahu dirakit dari 25 drum ukuran 30 liter untuk pengapung. Yang diikat dengan rangkaian besi dan tambang. Dan diatasnya diberi papan kayu sebagai pijakan.

Untuk membuatnya, dikerjakan secara gotong rotong selama 3 hari. Dengan menghabiskan dana sekitar Rp 800 ribu untuk semua bahan baku yang digunakan. “Perahu rakitan dari drum bekas ini sengaja kami buat untuk mempermudah saat membersihkan kali. Perahu ini kami buat secara sederhana, yang penting bisa digunakan,” jelas Sekretaris RT 03 RW 01, Triyono.

Diakui Tri, perahu rakitan tersebut dibuat meniru perahu evakuasi milik SAR Brimob Kalibanger yang biasa digunakan untuk evakuasi. “Bahan-bahannya kami meniru milik SAR Brimob saat kami melihat beberapa kali kegiatan evakuasi orang tenggelam,” terusnya.

Warga Tirto memilih membuat perahu tersebut mengingat anggaran yang ada terbatas. Namun yang penting bisa digunakan dan bermanfaat untuk membersihkan kali dari enceng gondok dan sampah, serta bisa digunakan evakuasi warga saat banjir maupun saat akan melakukan kerja bakti membersihkan kali.

“Untuk membersikan sungai, kami tidak membatasi saat kerja bakti saja. Setiap hari, setiap waktu jika ada warga yang punya waktu luang, bisa langsung turun ke sungai untuk membersihkan enceng gondok dan sampah,” terangnya. (*/ric)