Gencarkan Sosialisasi Tekan Angka Golput

220
PILKADA: Bupati Semarang Mundjirin dan Forkominda saat me-launching tahapan Pilkada 2015 di kantor KPU Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILKADA: Bupati Semarang Mundjirin dan Forkominda saat me-launching tahapan Pilkada 2015 di kantor KPU Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Seluruh bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang diminta untuk memahami tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Kabupaten Semarang. Untuk itu KPU Kabupaten Semarang melakukan bimbingan teknis (bintek). Termasuk meminta seluruh elemen masyarakat untuk ikut mensosialisasikan Pilkada sehingga dapat menekan angka golongan putih (golput). KPU juga menggelar launching tahapan Pilkada dan doa bersama memohon suksesnya Pilkada 2015.

“Kami berharap semua masyarakat ikut mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada. Para balon juga harus paham tahapan pilkada,” kata anggota KPU Kabupaten Semarang, Ridho Pakina usai Launching dan Doa Bersama Pilkada 2015, Selasa (9/6).

Ridho menambahkan, saat ini sudah ada dua balon dari perseorangan yakni Purwadi dan Suwarto yang konfirmasi tahapan pilkada ke KPU. Kedua calon perseorangan tersebut juga akan diundang untuk mengikuti bimbingan teknis (bintek) tentang pengisian aplikasi. “Dua calon perseorangan itu kita undang untuk bintek aplikasi pencalonan. Timnya Suwarto juga sudah siap dan membuat formulirnya. Agenda terdekat saat ini tanggal 11 hingga 15 Juni 2015, KPU akan menerima persyaratan dukungan calon perseorangan,” imbuhnya.

Tahapan Pilkada 2015 yang akan digelar KPU Kabupaten Semarang meliputi, 24 Juni 2015 hingga 14 Juli 2015 penyusunan data pemilih, 15 Juli 2015 hingga 26 Agustus 2015 pemuktahiran data pemilih, 26 – 28 Juli 2015 pendaftaran pasangan calon, 24 Agustus 2015 penetapan pasangan calon, 27 Agustus 2015 hingga 5 Desember 2015 masa kampanye, dan 9 Desember 2015 pemungutan suara.

Bupati Semarang Mundjirin berjanji akan memerintahkan seluruh PNS agar tidak golput. Bupati juga akan turut serta mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada. “PNS itu harus netral, tapi silahkan ajak keluarga dan tetangga agar tidak golput,” tambahnya. (tyo/fth)