Warga Temukan Dua Tengkorak Manusia

264
OLAH TKP: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan identifikasi tulang dan tengkorak manusia yang ditemukan di kawasan Baruna, Panggung Lor, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH TKP: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan identifikasi tulang dan tengkorak manusia yang ditemukan di kawasan Baruna, Panggung Lor, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PANGGUNG LOR – Sejumlah warga di kawasan Baruna, Panggung Lor, Semarang Utara, digemparkan oleh temuan dua tengkorak manusia di sebuah lahan kosong, Senin (8/6) siang. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, tengkorak tersebut ditemukan oleh seorang pencari burung di sekitar lokasi. Ia terenyak mendapati tulang belulang tengkorak manusia tersebut tergeletak. Atas temuan itu, pencari burung tersebut kemudian melaporkan kepada warga setempat, diteruskan ke petugas Babinkamtibmas Kelurahan Panggung Lor, Aiptu Minhab.

”Awalnya, warga menemukan satu tengkorak kepala manusia. Setelah menerima laporan itu, saya langsung mengecek ke lokasi. Ternyata ada tulang belulang yang lain serta satu lagi tengkorak kepala manusia,” ungkap Minhab kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, kemarin.

Dijelaskan Minhab, melihat kondisi tulang belulang yang sudah mengering, diduga korban telah meninggal cukup lama. ”Tulang belulang manusia tersebut di antaranya tulang belakang dan tulang rahang,” terangnya.

Atas temuan tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut, Minhab langsung melaporkan ke Polsek Semarang Utara dan Polrestabes Semarang. ”Saya kumpulkan tulang belulang tersebut, jumlahnya ada puluhan tulang,” katanya.

Tak lama kemudian, tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Belum diketahui, apakah tulang belulang dan dua tengkorak manusia tersebut merupakan korban pembunuhan mutilasi atau bukan, atau korban akibat kecelakaan lain, masih terus diselidiki.

Menurut Minhab, lokasi penemuan tulang belulang dan dua tengkorak tersebut merupakan lokasi buangan lumpur hasil kerukan di Kali Asin. ”Pengerukan tersebut diperkirakan dilakukan sekitar tiga bulan lalu,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait temuan tulang belulang dan dua tengkorak manusia tersebut. Ia belum bisa memastikan apakah tulang belulang tersebut korban pembunuhan atau bukan. ”Dugaan sementara, tulang belulang tersebut berasal dari kuburan di sekitar Kali Asin. Masih kami selidiki,” katanya.

Sebelumnya, pernah ditemukan potongan dua tubuh manusia ditemukan di Polder Trimulyo RT 4 RW 2 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk pada Kamis, 18 September 2014 lalu. Hingga hingga kini potongan tubuh tersebut belum terungkap. Sempat teridentifikasi potongan tubuh tersebut milik dua orang, yakni berjenis kelamin laki-laki dewasa dan remaja berjenis kelamin perempuan. Diduga potongan tubuh tersebut merupakan korban mutilasi. Tubuh korban dibunuh dalam kondisi dipotong-potong secara sadis menggunakan senjata tajam.

Aparat kepolisian telah melibatkan tim ahli forensik, baik dari umum maupun yang tergabung dalam Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah. Namun demikian, identitas dua tubuh yang sudah tak berbentuk tersebut hingga kini belum diketahui. Tidak hanya temuan di Polder Trimulyo, sebelumnya polisi juga telah memeriksa potongan tulang belulang manusia di daerah Godong, Kabupaten Grobogan. (amu/aro/ce1)