DIRINGKUS: Dari Kiri Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Andriansyah memebekuk dua pelaku pambacok sopir rental Muhamad Syakir dan Nur Khasan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Dari Kiri Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Andriansyah memebekuk dua pelaku pambacok sopir rental Muhamad Syakir dan Nur Khasan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Tidak butuh waktu lama bagi jajaran reserse kirimnal (reskrim) Polres Kendal meringkus dua pelaku permapokan dan pembacokan terhadap sopir rental Saiful Mujib, 33. Kurang dari 12 jam dua pelaku langsung resmi ditetapkan tersangka adalah Nur Khasan dan Muhamad Sakir.

Satu pelaku yakni Sakir berhasil ditangkap dilokasi kejadian pada Minggu (7/6). Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Nur Khasan, melarikan diri. Tapi oleh jajaran Reskim langsung dilakukan pencarian dan pengejaran. Hasilnya, pelaku diringkus dirumahnya di Dusun Dinding, Desa Purworejo Kecamatan Brangsong.

Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko melalui Kasat Reskim Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan perampokan sudah direncanakan kedua pelaku. Nur Khasan bertindak sebagai eksekutor yang membacok korban Saiful. “Sementara Sakir bertindak sebagai otak atau dalang yang merencanakan perampokan dengan kekerasan tersebut. Sakir juga yang memerintahkan Khasan untuk menggorok leher korban dan yang akan menjualkan mobil korban,” kata Fiernando, kemarin.

Kedua pelaku langsung ditetapkan tersangkan dan dijerat dengan Pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman pidanaya maksimal sembilan tahun penjara,” tambahnya.

Sakir mengaku, jika dirinya memang yang merencanakan permapokan tersebut. Keduanya merupakan pegawai pemasang CCTV di sebuah perusahaan. Kala itu, ia pulang dari Pangandaran, Jawa Barat usai menggarap pemasangan CCTV disebuah hotel. “Itu tiga hari lalu Jumat (5/6) saya pulang naik kereta. Di kereta berkenalan dengan korban. korban menawarkan jasa rental mobil di Pekalongan. Sampai dirumah saya punya rencana untuk merampok mobil korban,” akunya.

Rencana itu kemudian dilaksanakan bersama Khasan, Sebab ia menyadari tidak mungkin perampokan dilakukan seorang diri. Sakir kemudian menghubungi korban dan berpura-pura akan melakukan pemasangan CCTV di Tegal. Sakir kemudian membuat janji untuk dijemput di Terminal Bahurekso, Gemuh. Ia sendiri sudah menyiapkan clurit yang sudah ia beli di Pasar Cangkring, Brangsong. “Rencananya memang saya menyuruh Khasan untuk menggorok leher korban. karena dia (Khasan, Red) tidak bisa nyopir,” tambahnya.

Khasan melaksanakan perintah dari Sakir. Dia mengaku langsung menggorok leher korban. Tapi korban berontak dan hanya mengenai dagu dan pipinya saja. “Saya gerogi dan takut. Saya tidak tahu kena leher atau tidak. Setelah menggorok saya langsung keluar dari mobil dan pulang,” tambahnya.

Ternyata korban masih hidup dan melakukan perlawanan kepada Sakir yang hendak membawa kabur mobil korban Saiful. Ia langsung menekan rem tangan dan mobil berhenti. Saiful langsung berteriak minta tolong dan pelaku Sakir langsung ditangkap petugas yang kebetulan berada di lokasi kejadian. (bud/fth)