Kantongi Nama Tersangka Baru

181
Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kejaksaan Negeri Kendal terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadan kursi tribun Stadion Utama Kendal tahun 2013. Kejaksaan bahkan mengklaim mengantongi sejumlah orang yang terindikasi terlibat kasus tersebut. Selain tentunya dua orang yang sudah ditetapkan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendal, Zaeful Alim Said mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan sejumlah dokumen pekerjaan senilai Rp 2 miliar tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam sedang pendalaman untuk dilengkapi. “Jika alat bukti sudah kuat dan penyidikan dianggap sudah P21 (lengkap, Red) maka segera berkas untuk dua tersangka kami limpahkan ke penuntutan. Selanjutnya akan disusun dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” katanya, kemarin.

Dua tersangka yang dimaksud adalah Direktur CV Idola Perdana inisial FH selaku pihak ketiga atau pelaksana pekerjaan pengadaan kursi tribun dan seorang PNS di Kendal berinisial CU selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Dari penyidikan lanjutan, Kejadi menemukan fakta baru jika ada indikasi keterlibatan oknum lain dan korupsi ini disinyalir dilakukan secara bersama-sama. Tapi, pihaknya masih enggan membeber nama-nama pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut. “Nantilah, sementara kami fokus pada dua orang tersangka yang ada ini dulu. Jika bukti sudah kuat, segera kami akan tetapkan tersangka baru yang terlibat,” imbuhnya.

Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani mengatakan, selain telah mengantongi sejumlah nama calon tersangka lain, pihaknya juga telah melakukann penggeledahan ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora). Penggeledahan untuk mencari, barang bukti terhadap kasus yang menjerat dua orang tersangka itu. “Hasilnya kami temukan sejumlah dokumen terkait pengadaan barang dan jasa yang kemudian kami lakukan penyitaan. Tapi perihal dokumen apa saja yang kami sita, masih kami rahasiakan karena menyangkut materi penyidikan,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah dokumen yang disita akan dijadikan barang bukti dipersidangan. Pengumpulan barang bukti akan terus dilakukan Kejari Kendal. Selain dokumen pihaknya memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan kepada kedua tersangka. “Perihal besar kerugian negara, itu masih kami mintakan audit dari ahli auditor negara,” tambahnya. (bud/fth)