Sensasi Mendaki Puncak Tertinggi Kabupaten Pekalongan

955
ABADIKAN MOMEN : Para pendaki sedang mengabadikan momen di Puncak Raja, Gunung Rogojembangan, 2.177 mdpl. (faiz urhanul hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
ABADIKAN MOMEN : Para pendaki sedang mengabadikan momen di Puncak Raja, Gunung Rogojembangan, 2.177 mdpl. (faiz urhanul hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

Keberadaan hutan hujan tropis Gunung Rogojembangan menyimpan sensasi tersendiri bagi para pendaki. Puncak tertinggi Kabupaten Pekalongan yang terletak di Desa Gumelem Kecamatan Petungkriyono itu kian diminati para pecinta alam. Seperti apa?

Faiz Urhanul Hilal, Kajen

Sejak dibuka empat tahun lalu, rute pendakian Gunung Rogojembangan melalui Desa Gumelem memang menjadi pilihan para pendaki. Berada di ketinggian 2.177 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Rogojembangan merupakan salah satu khazanah keindahan alam Jawa Tengah. Bukan hanya akar pepohonan, tebing-tebing curam serta jalur pendakian yang masih penuh semak belukar, keelokan panorama gunung di sebelah timur Gunung Slamet itu juga dikenal eksotis.

Polisi Desa Gumelem, Sopari, mengatakan, jarak basecamp hingga puncak Rogojembangan sekitar 3 km atau empat jam jarak tempuh pendakian. “Sebelumnya, rute pendakian melalui jalur di Desa Simego Kalibening, Banjarnegara. Namun karena terlalu curam dan jauh, rute akhirnya dipindahkan melalui jalur Desa Gumelem sini,” ungkap Sopari saat ditemui di rumahnya.

Warga yang kediamannya digunakan sebagai basecamp pendakian itu memaparkan, gunung tersebut membelah dua wilayah kabupaten yakni Kabupaten Pekalongan pada wilayah utara dan barat, sedangkan wilayah selatan dan timur merupakan wilayah Kabupaten Banjarnegara.
“Untuk mendaki, pendaki harus benar-benar siap fisik, logistik dan peralatan. Selain itu, selama pendakian juga harus menjaga tata krama dan tidak diperkenankan berbicara kotor. Yang terpenting, setelah mendaki, jangan sampai meninggalkan sampah di gunung,” paparnya.

Jalur pendakian menuju puncak Rogojembangan melewati tiga pos. Usai bertolak dari basecamp perjalanan terlebih dahulu melewati perkampungan warga, lahan pertanian berupa kentang, sawi, kol dan bawang merang sebelum menyeberang jalan aspal yang menjadi titik tolak pendakian.

Ditempuh sekitar 50 menit, perjalanan menuju pos pertama, Watu Gugur, cenderung mudah dan landai. Begitu juga menuju pos ke dua, Icir Selogilang. Namun jalur ekstrim baru terasa ketika menuju pos ke tiga, Pringgodani, berupa tebing terjal dengan kemiringan ekstrim. Bahkan terdapat trek tiga meter yang hanya bisa dilalui dengan memanfaatkan akar dan ranting pohon.

Usai titik lelah ke tiga tersebut, perjalanan semakin berat. Selain padatnya belantara yang rata-rata berupa rimbun bambu, sebelum mencapai puncak juga terdapat sumur yang tersamar. Tepatnya di sebelah kanan jalur pendakian.

Dari Puncak Raja, Rogojembangan, terpampang jelas pesona Gunung Slamet berdiri di sebelah barat. Terlebih ketika senja, awan keemasan tercoret indah di angkasa mengiringi sunset. Juga gradasi warna awan merah, abu-abu dan biru ketika sunrise. Pada malam hari, jika cuaca mendukung, hamparan bintang di langit seperti cerminan lampu-lampu di daratan jauh.

Seorang pendaki, Wahid Al Imron, 26, mengatakan, ada suasana tersendiri ketika mendaki di Gunung Rogojembangan. Namun yang paling membuatnya terkesan adalah hutan yang masih alami serta trek pendakian sebelum puncak yang berupa tanah gambut. “Tidak seperti gunung-gunung populer yang tanahnya sudah padat. Di sini masih gambut. Bagi saya itu masih alami sekali,” ungkapnya.

Pemuda yang mulai menjajaki gunung di Jawa sejak 2003 itu menambahkan, jika beruntung, ketika mendaki gunung Rogojembangan, pendaki akan menemukan tanaman Kantung Semar yang termasuk tanaman pemakan serangga. “Kantung Semar itu banyak macamnya, ada merah, kuning, ada yang hijau juga,” jelasnya.

Di puncak Raja, juga terdapat kolam atau kubangan (jembangan) dengan luas sekitar 10 meter persegi. Menurut masyarakat setempat, kubangan tersebut sempat digunakan untuk mandi, Sheikh Maulama Maghribi. “Kubangan itu sekarang tidak ada airnya. Juga ada goa macan, tapi ketika saya tanya warga sekitar tidak dikasih tahu di mana letaknya. Yang pasti dilewati rute pendakian,” pungkasnya. (hil/ric)