Cuma Dililitkan, Jadi Busana Pesta

354
PRAKTIS: Dengan menggunakan teknik lilit, selembar kain batik bisa dibuat tiga sampai empat model gaun. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRAKTIS: Dengan menggunakan teknik lilit, selembar kain batik bisa dibuat tiga sampai empat model gaun. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Akulturasi budaya bisa terjadi kapan saja dengan siapa saja. Termasuk dengan budaya kaum penjajah Indonesia yakni Portugis dan Belanda. Adalah batik buketan yang merupakan perkawinan motif lokal dengan motif orang Portugis dan Belanda.

Batik Buketan berasal dari kata Bouquet yang berati karangan bunga dalam bahasa Belanda. Makanya, motif batik jenis ini biasanya berupa bunga, kupu-kupu yang membentuk keselarasan dan warna-warna terang khas batik pesisiran.

Yang menarik dari batik kuno ini, ketika disulap oleh Fashion Designer Iwan Tirta Private Collection, Untari Soeyamto, menjadi lebih kasual dengan sistem draping atau metode ikat tanpa menggunakan benang.

”Dengan sistem ini, kain batik hanya dililitkan ke tubuh sang pemakai layaknya kemben. Kemudian dibentuk dengan motif bunga atau yang lain dengan menggunakan jarum tanpa memotong kain,” katanya.

Total ada 10 gaun rancangan yang dipamerkan. Selembar kain batik sendiri, menurutnya, bisa dibentuk menjadi tiga hingga empat bentuk gaun yang berbeda. Dengan motif yang cenderung besar, menggunakan busana dengan teknik lilit ini tidak perlu menambah aksesori lain.
”Bahan yang digunakan dari satin. Bisa menyerap keringat dan terlihat elegan saat memakainya. Di sini, harga kain yang mahal tidak perlu dipotong dan bisa dibentuk berbagai busana tergantung kreativitas sang pemakai,” tandasnya.

‪Menurut dia, sistem draping memiliki keunikan dan kecermatan dalam membuatnya. Kelebihannya, kain batik tulis yang terkenal mahal tersebut tidak perlu dipotong untuk menjadi sebuah baju. Sistem ini pun bisa dikombinasikan dengan kebaya ataupun kain satin sehingga membuat pemakainya lebih terlihat glamor dan kasual. ”Metode ini cenderung tidak ribet, sehingga siapa saja bisa membuatnya dan pantas memakainya dibandingkan baju pesta,” pungkasnya. (den/ida/ce1)