BARUSARI – Kesadaran masyarakat Kota Semarang dalam disiplin berlalu lintas masih rendah. Hal itu terbukti bahwa data selama 7 hari Operasi Patuh Candi 2015, sebanyak 6.142 pengendara ditilang oleh Satuan Lalu Linta (Satlantas) Polrestabes Semarang, karena melakukan pelanggaran lalu lintas.

Dari 6.142 pengendara tersebut, tertinggi didominasi oleh pengendara roda dua, yakni sebanyak 4.311 pengendara. Berikutnya kendaraan roda empat sebanyak 1.831 unit. ”Rata-rata per hari, kurang lebih 900 tilang,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana Santoso, kemarin.

Dijelaskan Pungky, jenis pelanggaran pengendara motor paling tinggi adalah pengendara tidak mengenakan helm, yakni jumlahnya mencapai 1.540 pelanggaran. Berikutnya disusul pengendara melanggar arus sebanyak 450 orang. ”Kemudian pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari dua orang,” terang kasatlantas.

Dikatakannya, data tersebut membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat di Kota Semarang dalam membudayakan displin berlalu lintas masih minim. ”Anggota kami di lapangan melakukan penindakan secara kasat mata. Masih banyak pengendara melanggar lalu lintas, tertinggi pengendara motor tidak mengenakan helm,” katanya.

Data tersebut diperoleh selama Operasi Patuh Candi 2015 mulai 27 Mei hingga 2 Juni 2015 lalu. Masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas tersebut, lanjut Pungky, pihaknya melakukan evaluasi ke depan.
”Ini akan menjadi bahan evaluasi. Termasuk merancang program pencegahan dan penyuluhan. Bagaimanapun ini kaitannya dengan keselamatan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Pungky menjelaskan pengendara belum menyadari bahwa tidak mengenakan helm adalah tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri. ”Kami mengingatkan dan terus melakukan sosialisasi demi terciptanya situasi yang kondusif, aman dan nyaman. Aturan-aturan hukum terkait berlalu lintas adalah upaya demi keselamatan dan menekan angka terjadinya kecelakaan,” katanya. Penindakan penilangan, kata Pungky, sebenarnya telah dilakukan sesuai prosedur yakni mulai tahap peneguran. ”Jika masih tetap melanggar, maka diberlakukan sanksi tilang,” pungkasnya. (amu/zal/ce1)