SEMANGAT KEBERSAMAAN: Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko mengikuti lomba tarik tambang pada dengan Forkompinda di halaman mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT KEBERSAMAAN: Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko mengikuti lomba tarik tambang pada dengan Forkompinda di halaman mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Menjelang bulan ramadah Polres Kendal berjanji akan menggalakkan operasi untuk menumpas penyakit masyarakat. Sikap tegas ini dilakukan, agar kondusi di masyarakat tetap kondusif dalam melaksanakan ibadah puasa. Beberapa operasi pekat, yang akan digalakkan diantarnaya peredaran minuman keras (miras) yang tak berizin maupun miras oplosan. perjudian toto gelap (togel), prostitusi dan premanisme.

“Operasi ini juga dilakukan sebagaimana komitmen dari program 100 hari yang telah dijalankan Kapolri,” kata Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko disela olahraga bersama Polres Kendal dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di halaman Mapolres setempat, Jumat (5/6).

Kapolres menambahkan, operasi premanisme telah mulai dilakukan jajarannya. Yakni mulai dengan menyisir tempat-tempat publik di keramaian, seperi pasar-pasar dan terminal serta tempat tongkrongan lainnya. Begitu juga dengan peredaran miras oplosan dan miras tak memiliki izin penjualan yan dijual secara bebas akan segera ia brantas.

Sedangkan untuk bisnis jasa pelacuran yang ada di Kendal, Widi mengaku akan melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran di Forkompinda untuk memantapkan agar tidak timbul gejolak sosial nantinya. Sebab hal itu menjadi kewenangan pemerintah setempat bukan ranah kepolisian. “Prostitusi itu masalah sosial, jadi mau diapakan itu kewenangan pemerintah daerah. Tapi kami akan mendorong pemerintah agar tetap tercipta suasana kondusif di Kendal selama Ramadan,” imbuhnya.

Puncak pengaman Ramadan nantiya akan dikonsep secara matang pada operasi Ketupat Candi. Tidak hanya operasi pekat, melainkan juga operasi pengamanan lalu-lintas selama arus mudik dan arus balik berlangsung. “Kami juga melibatkan jajaran kami di kantibmas agar melakukan deteksi didaerahnya masing-masing daerah-daerah yang rawan,” tambahnya.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Arianto Salkery menambahkan, operasi premanisme yang dilakukannya beberapa waktu lalu telah melibatkan 22 personil anggota Polres Kendal. Terdiri dari Satreskrim, Intel, Sabhara serta 8 siswa taruna Akademi Kepolisian. “Razia ini kami laksanakan sesuai dengan Program Priorotas Kapolri dengan sasaran premanisme. Yakni mencegah aksi premanisme,” katanya. (bud)