Rehabilitasi Longsor, Bantu Buat Bronjong

174
Elan Biantoro. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Elan Biantoro. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan bantuan berupa bronjong untuk penguatan tebing akibat longsor yang melanda Dusun Jemblung Desa Sampang Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu lalu. Sesuai rencana, sekitar 400 unit bronjong akan dibuat dengan total nilai Rp 620 juta.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas SKK Migas Elan Biantoro usai melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya, kemarin. Dalam pemberian bantuan ini, SKK Migas telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi maupun kabupaten setempat. ”Sebelumnya kami sempat bingung bantuan apa yang cocok diberikan. Akhirnya disepakati pembuatan konstruksi bronjong. Saat ini baru 60 persen yang dikerjakan. Mumpung kondisi kering sehingga jauh lebih efektif,” bebernya.

Dalam pemberian bantuan ini, lanjut Elan, turut berpartisipasi 26 perusahaan yang berada di bawah kendali SKK Migas. Dari jumlah perusahaan tersebut, baru 15 yang telah menyelesaikan. Sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. ”Selain membantu di Jawa Tengah, kami juga membantu di Kalimantan,” imbuhnya.

Elan menambahkan, SKK Migas juga tengah mengupayakan terealisasinya pembangkit listrik tenaga CNG (Compressed Natural Gas) sebagai solusi terhadap kendala krisis listrik di Karimunjawa. Hal ini sebagai upaya jangka panjang mengingat kebutuhan solar di sana juga terbatas.

”Sebenarnya pembangkitnya sudah ada, cuma CNG-nya yang belum ada. Hal ini dikarenakan masih menunggu skema pipanisasi yang dikerjakan bagian hulu. Itu bukan wilayah kami,” terang Elan menambahkan pasokan gas akan diambilkan dari Tambaklorok Semarang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi kepedulian SKK Migas dalam membantu rehabilitasi dan recovery pascabencana yang terjadi Banjarnegara. Selain itu, juga inisiatif SKK Migas dalam pembangunan pembangkit listrik di Karimunjawa.

”Kalau sekarang pasokannya 1,4 megawatt maka bisa didorong untuk ditingkatkan menjadi 1,6 megawatt. Hal ini tentu akan bagus sekali. Apalagi Karimunjawa merupakan tempat wisata yang luar biasa. Potensinya sangat besar jika didukung dengan adanya tunjangan listrik ini,” tandasnya. (fai/ric/ce1)