47 Hari, Ungkap Ratusan Kasus

308
GELAR PERKARA: Sebanyak 80 tersangka kasus perampasan, pembunuhan hingga kasus narkoba yang berhasil ditangkap aparat Polda Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Sebanyak 80 tersangka kasus perampasan, pembunuhan hingga kasus narkoba yang berhasil ditangkap aparat Polda Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Sebanyak 80 tersangka kasus perampasan, pembunuhan hingga kasus narkoba yang berhasil ditangkap aparat Polda Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Polda Jateng panen tersangka. Kemarin, 80 tersangka berbagai kasus tindak pidana dipamerkan kepada wartawan. Mulai tersangka kasus perampasan, pembunuhan, hingga kasus narkoba. Puluhan tersangka tersebut hanya sebagian dari hasil kerja keras aparat Polda Jateng dan polres-polres jajaran di wilayah Jateng selama 47 hari terakhir. Hal itu juga merupakan aksi kepolisian dalam menyikapi program 100 hari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti yang mengarahkan untuk pembentukan 10 satuan tugas (satgas) di setiap kesatuan se-Indonesia.

”Ini merupakan hasil yang dicapai terkait program 100 hari kapolri. Dimulai sejak April 2015 lalu atau selama 47 hari. Harapan kami lebih banyak lagi kasus yang terungkap dan pelaku kejahatan yang tertangkap. Sebanyak 80 tersangka itu ada yang ditangani oleh Polda Jateng dan ada yang dari Polres se-Jateng,” jelas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat gelar perkara di depan kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Jumat (5/6).

Dikatakannya, dalam program 100 hari tersebut, kapolri memerintahkan untuk membuat 10 satgas. Terdiri atas gabungan satuan di masing-masing jajaran. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat.

Kesepuluh satgas yang dibentuk tersebut, kata dia, berhasil mengungkap berbagai kasus berdasarkan kriteria tugasnya. Selain itu juga berhasil menciptakan beberapa terobosan di beberapa satgas.

Secara rinci, satgas yang berhasil mengungkap dan menangkap banyak tersangka tersebut di antaranya, Satgas II tentang pemberantasan premanisme yang berhasil mengungkap 3 kasus curat dengan 13 tersangka, kasus curas dengan 5 tersangka, pemerasan dengan 5 tersangka, serta kasus pembunuhan dengan satu tersangka.

”Selain itu, ada 74 kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil diungkap oleh Satgas II. Untuk Kota Semarang ada 6 kasus curas, dan curat 34 kasus,” terang Liliek.

Jumlah fantastis juga ditorehkan oleh Satgas III tentang pemberantasan perjudian dan narkoba. Tercatat dalam enam pekan setidaknya 119 kasus perjudian dengan 232 tersangka berhasil diungkap. Jumlah tersebut masih ditambah dengan pengungkapan kasus narkoba yang mencapai 113 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 140 orang.

Dalam jumlah tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti 114 gram ganja, 376 gram dan 37 paket sabu, 117 butir ekstasi, serta 428 butir obat jenis psikotropika.

”Dari 140 tersangka, ada dua oknum sipir lapas di Cilacap yang terlibat. Juga berhasil mengamankan satu senjata api jenis revolver dalam pengungkapan di Klaten pada 29 Mei 2015 lalu. Ini yang menonjol di Polda Jateng untuk kasus narkoba,” jelas Liliek.

Selain kejahatan konvensional dan kasus narkoba, Polda Jateng beserta jajarannya berhasil menangani 7 kasus korupsi dan sudah P21. Kemudian ditambah 9 kasus korupsi yang naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Dari total 16 kasus korupsi yang ditangani, Polres Cilacap berhasil mengungkap 3 kasus korupsi.

”Apresiasi kami berikan untuk Polres Cilacap. Untuk kasus lainnya tersebar di wilayah Pekalongan, Blora, Jepara, dan Reskrimsus Polda Jateng sendiri. Total kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar,” terang Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Edhy Moestafa.

Sementara untuk 9 kasus yang naik ke penyidikan tersebut ditangani oleh Polres Semarang (Kabupaten Semarang), Rembang, Wonosobo, dan Polda Jateng. Itu juga ditambah dengan tiga kasus korupsi yang ditangani oleh Polrestabes Semarang.

”Kalau di Polrestabes Semarang ada tiga kasus korupsi yang ditangani, dan dalam proses penyidikan. Yakni, kasus korupsi Dinas Pertamanan, dan dua kasus terkait korupsi dana kas daerah,” imbuh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, yang juga berada di Mapolda Jateng saat gelar kasus tersebut.

Beberapa kasus lain yang brhasil diungkap oleh polisi di antaranya 10 kasus illegal fishing, 11 kasus terkait penyalahgunaan subsidi seperti BBM, pupuk, dan elpiji, serta 16 kasus tambang tanpa izin.

Selain itu, Polda Jateng beserta jajaran juga membuat beberapa terobosan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman masyarakat. Hal itu dilakukan melalui beberapa satgas yang dibentuk. Seperti satgas Kontra Radikal Binmas dan Intel yang membuat spanduk sebagai upaya tidak timbul faham yang bertentangan dengan Pancasila. Kemudian ada Satgas Pungli Bersih yang digawangi oleh Irwasda dan Propam dengan sasaran mafia dalam rekrutmen anggota Polri sampai mafia kasus.

”Ada lagi Satgas Rekrutmen dan Penempatan Sumber Daya Manusia yang mengalami peningkatan animo masyarakat. Juga Satgas Revolusi Mental dengan melakukan pembinaan ke dalam,” pungkas Liliek. (amu/jpnn/aro/ce1)