Calon Independen dan APK Jadi Sorotan Panwas

124
DIMINTA TEGAS: Sebanyak 48 Panwaslu tingkat kecamatan diambil sumpahnya saat pelantikan di lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, kemarin.  Calon Independen dan APK Jadi Sorotan Panwas. (ist)
DIMINTA TEGAS: Sebanyak 48 Panwaslu tingkat kecamatan diambil sumpahnya saat pelantikan di lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, kemarin.
Calon Independen dan APK Jadi Sorotan Panwas. (ist)

BALAI KOTA – Banyak tantangan menanti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) utamanya tingkat kecamatan. Yang krusial dalam waktu dekat ini adalah pengawalan calon independen. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panwas Kota Semarang Muhammad Amin, usai melantik 48 Panwaslu tingkat kecamatan di lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, Jumat (5/6) kemarin.

”Panwas harus memastikan betul bahwa dukungan ke calon indepanden tersebut tidak ganda,” tegas Muhammad Amin.
Selain itu, tantangan lain adalah penghitungan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Panwas memilki tanggung jawab dalam mengawal Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam penetapan DPT. ”Harus dipastikan betul. Karena dalam beberapa saat saja sudah akan ada warga yang pindah alamat atau meninggal yang tentunya memengaruhi jumlah DPT,” imbuhnya.

Setelah acara pelantikan selesai, dia beserta jajaran Panwas di tingkat kota dan kecamatan akan segera melakukan koordinasi dengan stakeholder. Hal ini dilakukan untuk membentuk Panwas Lapangan dan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 2.810 di Kota Semarang.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Abhan Misbah meminta tegas menindak pelanggaran alat peraga kampanye (APK). Panwas diharuskan tegas dalam menyikapi hal tersebut. ”Untuk tahun ini kampanye akan difasilitasi Komisi Pemilihan Umum. Tidak menutup kemungkinan para calon yang merasa tidak puas dengan jumlah alat peraga yang sedikit akan menggandakan alat peraganya,” ujarnya.

Dengan potensi kecurangan yang mungkin dicarikan celah oleh para calon, Panwas diharuskan menghafalkan regulasi terkait pelaksanaan pilwalkot. ”PKPU seharusnya dihafal sampai di luar kepala. Jadi jika ada permasalahan, tidak mencari buku peraturan lagi, tapi bisa melakukan tindakan langsung,” tegasnya. (zal/ce1)