JAMINAN KREDIT: Dirut PT Jamkrida Jateng M. Nazir Siregar (kiri) dan Dirut PT Bank Jateng Supriyatno (kanan) melakukan penandatanganan MoU tentang Perjanjian Kerja Sama Kredit Produktif disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAMINAN KREDIT: Dirut PT Jamkrida Jateng M. Nazir Siregar (kiri) dan Dirut PT Bank Jateng Supriyatno (kanan) melakukan penandatanganan MoU tentang Perjanjian Kerja Sama Kredit Produktif disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 15 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah pada tahun ini bakal mendapat jaminan kredit dari Pemprov Jateng. Hal ini menyusul telah ditandatanganinya MoU antara PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Jateng dengan PT Bank Jateng tentang Perjanjian Kerja Sama Kredit Produktif, Jumat (5/6).

Direktur Utama (Dirut) PT Jamkrida Jateng M. Nazir Siregar usai acara penandatanganan MoU mengungkapkan, jumlah tersebut merupakan target tahun 2015. Total nominalnya mencapai Rp 229 miliar dengan rata-rata per UMKM mendapatkan Rp 15 juta. Target tersebut diakuinya masih jauh dari yang diharapkan. Sebab, jumlah UMKM di Jateng sendiri saat ini mencapai 3,6 juta. ”Memang di awal ini tidak terlalu banyak. Pasalnya, penjaminan kredit ini diprioritaskan kepada UMKM yang sudah visible tapi belum bankable,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama dengan Bank Jateng, lanjut Nazir, penjaminan kredit diharapkan dapat lebih banyak kepada UMKM dengan kapasitas pemberian jaminan yang bertambah. Tentunya, hal ini juga disesuaikan dengan penambahan modal dan pendapatan. ”Kita harapkan pada 2016 nanti bisa memberi lebih banyak jaminan kepada UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirut PT Bank Jateng Supriyatno dalam kesempatan yang sama menambahkan, tingkat ketidakpatuhan pembayaran kredit atau Non Performing Loan (NPL) pada UMKM itu rendah. Sehingga para pelaku UMKM justru merupakan nasabah yang setia dan tepat waktu dalam pembayaran kredit. ”Oleh karena itu, kami bersama PT Jamkrida mencoba mulai masuk untuk mendekati UMKM,” kata dia.

Ditambahkan Supriyatno, dengan adanya kerja sama antar BUMD ini diharapkan masyarakat lebih percaya untuk menggunakan Bank Jateng dan Jamkrida. Tidak hanya untuk UMKM, tetapi juga lapisan masyarakat lainnya. ”Kami juga akan mencari celah-celah pasar lain selain PNS dan mahasiswa,” imbuhnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya berharap kerja sama ini memberikan manfaat kepada masyarakat, utamanya kepada pelaku UMKM yang masih membutuhkan gandengan tangan pemerintah. Sehingga mereka mampu bertahan dalam mengembangkan usahanya. ”Meskipun peristiwa (penandatanganan) ini singkat, namun makna yang terkandung sangat panjang. Pengejawantahan dari MoU ini akan ditunggu oleh masyarakat,” tandasnya. (fai/ric/ce1)