CALON PEMIMPIN WANITA: Dari kiri, bakal calon (balon) Wakil Wali Kota Semarang Claudyna Chlastiningrum, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Dewi Susilo saat menunggu pelaksanaan fit and proper test di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CALON PEMIMPIN WANITA: Dari kiri, bakal calon (balon) Wakil Wali Kota Semarang Claudyna Chlastiningrum, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Dewi Susilo saat menunggu pelaksanaan fit and proper test di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng memastikan bakal calon (balon) tidak akan ditarik mahar untuk mendapatkan rekomendasi menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada Desember mendatang. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut meminta para balon waspada dengan pihak yang mengatasnamakan pimpinan partai dan meminta mahar. Sebab hal tersebut jelas merupakan penipuan.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengatakan, tidak ada mahar untuk mendapat rekomendasi calon kepala daerah. Urusan itu semua merupakan wewenang dari DPP PDIP. ”Saya pastikan tidak ada uang untuk dapat rekomendasi. Jika ada yang meminta itu penipuan,” katanya di sela acara fit and proper test bagi 64 balon kepala daerah dari 9 kabupaten/kota di Panti Marhaenis Semarang, kemarin.

Ia menambahkan, tes wawancara dan psikotes dilakukan langsung oleh DPP PDIP. Untuk tahap dua kemarin, setidaknya ada 64 balon yang ikut, ditambah dengan 10 kader titipan dari Dumai, Sumut dan Lampung. ”Jumlah total yang ikut psikotes selama dua hari ada sebanyak 112 orang. Dari jumlah itu, nanti maksimal yang mendapat rekomendasi ada 42 orang,” imbuhnya.

Bambang Pacul begitu sapaan akrabnya menambahkan, DPD PDIP Jateng sudah menyiapkan semua database masing-masing balon kepala daerah. Termasuk dengan survei di daerah masing-masing. Untuk survei di 21 daerah yang bakal menggelar pilkada setidaknya menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. ”Kalau untuk masing-masing daerah biaya survei Rp 115 juta sampai Rp 130 juta. Biaya ini nanti mesti diganti bagi balon yang mendapat rekomendasi,” tambahnya.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan, partai selalu mengedepankan gotong royong. Untuk itu, dalam pilkada mendatang seluruh kader diminta maksimal dalam pilkada. ”Semua akan all out untuk memenangkan pilkada. Apalagi Jateng ditarget harus pegang 15 daerah,” katanya.

Agustina menambahkan, dari survei sementara, posisi incumbent masih cukup kuat. Meski begitu, berbagai kemungkinan masih terus terjadi. Bahkan peluang masing-masing calon sama-sama kuat. ”Incumbent cukup kuat karena sudah punya basis massa yang jelas,” tambahnya. (fth/ric/ce1)