PIMPIN APEL: Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko saat memimpin apel 200 Kaposkamling se Kabupaten Kendal. (HUMAS POLRES FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PIMPIN APEL: Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko saat memimpin apel 200 Kaposkamling se Kabupaten Kendal. (HUMAS POLRES FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Menjelang bulan puasa Ramadhan, Polres Kendal mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya terkat dengan masalah kemanan dan ketertiban masyarakat, pengamanan arus mudik lebaran dan sebagainya. Polres menggandeng seluruh elemen masyarakat, seperti tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, SKPD dan Muspida.

Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko mengatakan, sesuai UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum. Langkah ini agar tercipta suasana yang kondusif saat lebaran tanpa gejolak. Sehingga pelaksanaan ibadah puasa di Kendal yang mayoritas beragama Islam bisa tenang. Polisi juga memiliki tugas dalam penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. “Tentu saja pelaksanaannya dibantu oleh salah satunya bentuk-bentuk pengamanan pamswakarsa diantaranya yaitu Kaposkamling,” katanya diselah Apel 200 Kaposkamling dari seluruh wilayah se Kabupaten Kendal.

Ia menambahkan, pengamanan swakarsa merupakan kegiatan yang diadakan atas kemauan masyarakat sendiri dengan penuh kesadaran untuk kepentingan keamanan dalam lingkungan tempat tinggalnya. “Untuk meningkatkan kegiatan ini, dibutuhkan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memantapkan sistem kamtibmas swakarsa melalui siskamling dan pembinaan potensi masyarakat lainnya,” imbuhnya.
Dengan adanya Apel Kaposkamling ini, menurutnya dapat dilihat sejauh mana kesiapan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Sebab, terwujudnya situasi kamtibmas di lingkungan tidak terlepas dari adanya partisipasi seluruh kelompok potensi masyarakat.

Kapolres menekankan bahwa penanggulangan terhadap masalah-msalah gangguan kamtibmas harus diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang baik, antara Polri, Instansi Terkait Dan seluruh potensi masyarakat yang ada. “Apalagi menyambut bulan suci Ramadan, peran serta masyarakat yang aktif sangat dibutuhkan dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib disetiap lingkungan tempat tinggalnya,” tambahnya. (bud/fth)