Kenalkan Nganten dan Pariwisata Semarang

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

TENTANG SEMARANG: Pemrakarsa buku ”Nganten dan Panca Wisata ing Semarang” serta ”Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa Goes to UNESCO”, Lis Purnomo Yusgiantoro saat peluncuran buku bersama sejumlah tamu undangan termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
TENTANG SEMARANG: Pemrakarsa buku ”Nganten dan Panca Wisata ing Semarang” serta ”Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa Goes to UNESCO”, Lis Purnomo Yusgiantoro saat peluncuran buku bersama sejumlah tamu undangan termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Dua buku yang masing-masing berisi potensi wisata Kota Semarang dan musik Kolintang Kayu Minahasa, Rabu (3/6) malam diluncurkan oleh istri Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Lis Purnomo Yusgiantoro. Peluncuran tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti mantan Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Dalam launching yang digelar di Wisma Perdamaian tersebut, buku ”Nganten dan Panca Wisata ing Semarang” mengulas tradisi Nganten Semarangan yang mulai luntur. Dalam bukunya, Lis membahas tuntas sejarah tradisi pernikahan khas Semarang mulai dari tata cara hingga pelaminan. ”Inspirasinya adalah budaya Semarang yang unik, contohnya Nganten Semarangan yang kaya akan filosofi dan perpaduan budaya antara Tiongkok, Arab, dan Jawa. Bahkan saking uniknya, ketika anak saya menikah, menggunakan adat itu,” katanya.

Buku yang ia tulis juga menjadi sebuah media Pariwisata Kota Lunpia ini apalagi sebagai ibu kota Jawa Tengah, Semarang merupakan gambaran dari kemajuan yang ada. Menurut Lis, potensi wisata di Semarang terangkum dalam lima unsur yakni wisata religi, wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah dan wisata kuliner. ”Semarang adalah kota yang menjadi penghubung antara kota lain di Jatim, Jabar hingga DIJ. Pergerakannya menjadi acuan di kota lainnya, dengan buku ini diharapkan masyarakat bisa lebih tahu tentang destinasi wisata yang ada,” tandasnya.

Sedangkan buku ”Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa Goes to UNESCO” mengulas kiprah Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia dalam melestarikan Kolintang dan berupaya mendaftarkan alat musik tersebut ke UNESCO. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan Pengurus Daerah Pinkan Indonesia Jateng yang diketuai Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita yang juga panitia launching buku mengatakan dirinya sangat mengapresiasi langkah Lis Purnomo Yusgiantoro yang menunjukkan kepedulian terhadap kebudayaan Kota Semarang. Dia mencontohkan, budaya Nganten Semarangan yang ditulis bisa membuka mata warga Kota Semarang untuk menggunakan tradisinya sendiri dibandingkan tradisi pengantin lain seperti Solo dan Jogjakarta. ”Tradisi Nganten Semarangan punya banyak keunikan, apalagi filosofinya sangat tinggi ditambah perpaduan budaya yang ada yang mencerminkan kerukunan masyarakat Kota Semarang,” timpalnya.

Menurut bakal calon Wakil Wali Kota Semarang dari PDIP ini, Nganten Semarangan tidak kalah elegan dibandingkan upacara pernikahan versi Solo dan Jogjakarta. Selain itu, buku yang mengupas tentang pariwisata Kota Semarang pun harus bisa menjadi cambuk bagi warga dan pemerintah untuk lebih mengembangkan potensi agar bisa mengangkat perekonomian warga sekitar. ”Pariwisata jelas harus dikembangkan karena bisa menjadi nilai lebih. Destinasi wisata contohnya, harus ditingkatkan dari segi infrastruktur jalan, kelengkapan wahana, kenyamanan hingga usaha kerajinan setempat. Tujuannya agar bisa menjadi ikon kota yang dikenal masyarakat luas,” tutupnya. (den/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Edy Susanto Resmi Jabat Direktur Kyai Langgeng

MAGELANG – Edy Susanto Purnomo akhirnya dilantik Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menjadi direktur definitif Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL),...

Harga Pupuk dan Buruh Tani Ikutan Naik

Lonjakan kenaikan harga beras, tidak berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan petani. Pasalnya kenaikan harga pupuk justru kian melambung, tidak sebanding dengan kenaikan harga gabah. Demikian...

Warga Temukan Bayi di Dalam Kardus

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Baran Dukuh Kidul, Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, dibuat geger dengan penemuan bayi di dalam kardus. Diduga, bayi perempuan yang baru...

Pedagang Awul-Awul Sulit Ditemui

UNGARAN-Pakaian bekas impor atau yang kerap disebut awul-awulan pernah berjaya dan menjadi pilihan masyarakat. Namun sekarang sulit ditemui sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan RI...

More Articles Like This

- Advertisement -