Jelang Ramadan, Pengedar Narkoba Merajalela

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

DIGELANDANG : Sembilan pengedar dan pengguna narkoba digelandang petugas saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (4/6) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGELANDANG : Sembilan pengedar dan pengguna narkoba digelandang petugas saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (4/6) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjelang bulan suci Ramadan, peredaran narkoba kian merebak di Kota Semarang. Tim Satuan Reserse Kriminal Narkoba Polrestabes Semarang mencokok sembilan pengedar narkoba. Dari sembilan tersangka, didominasi narkoba jenis sabu. Dan satu tersangka ditangkap menjadi pengedar obat-obatan terlarang jenis trihex.

Para tersangka juga sudah menjadi target operasi oleh tim Sat Res Narkoba Polrestabes Semarang. Selain sebagai pengedar, rata-rata pelaku adalah pengguna narkoba. Barang bukti narkoba jenis sabu terbanyak seberat 100 gram, disita dari salah satu tersangka.

”Mereka semua kami tangkap di tempat terpisah,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (4/6) kemarin.

Kesembilan tersangka adalah Davit, 24, warga Perum Pringkuning, Ungaran, ditangkap Rabu 6 Mei 2015, pukul 17.30, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Barang bukti yang disita 94,2 gram sabu.

Roy H, 32, warga Permata Putih, Kuningan, Semarang, ditangkap pada Senin 4 Mei 2015, pukul 23.00, dengan barang bukti sabu seberat 0,162 gram, satu alat isap, dan satu sepeda motor. Berikutnya Joko, 43, warga Jalan Kalimantan Raya, Ungaran yang ditangkap di Jalan Imam Bonjol Semarang pada Rabu 6 Mei 2015 dengan barang bukti berupa sabu seberat 0,353 gram.

Selanjutnya tersangka Indarto, 32, warga Kebonharjo, Semarang, ditangkap pada Kamis 7 Mei 2015 di Jalan MT Haryono Semarang dengan barang bukti sabu seberat 1,694 gram. Sedangkan tersangka Issaesar, 27, warga Semeru, Semarang, dan Pongki Y, 32, warga Jangli, Semarang, ditangkap di depan Gapura Stadion Jatidiri, Jalan Tlaga Bodas, Gajahmungkur. Dari tangan keduanya masing-masing disita 0,116 gram dan 1,158 gram sabu.

Berikutnya adalah Abon, 35, warga Jalan Lamper Tengah, ditangkap saat mengambil sabu 1 gram di Jalan Pamularsih Semarang pada Rabu 28 Mei 2015 pukul 17.00. Tersangka Mahdi B, 30, warga Jalan Darat Lasimin ditangkap saat transaksi 3 gram sabu pada 28 Mei 2015 di Jalan Kakap Kuningan Semarang. Sedangkan tersangka Muhlisin GR, 19, warga Jalan Puspowarno Tengah, Semarang ditangkap saat mengedarkan sebanyak 1.020 butir trihex.

Burhanudin menjelaskan pihaknya terus memberantas peredaran narkotika di Kota Semarang. Ia tak menampik peredaran narkoba di wilayah hukum Polrestabes Semarang masih marak. Sebab peredaran narkoba dilakukan secara terselubung atau tersembunyi. ”Pengungkapan ini sesuai dengan perintah kapolri dalam rangka 100 hari tahap pertama. Kami membentuk Satgas 3,” ujarnya.

Ditambahkan dia, pihaknya masih menemukan indikasi maraknya peredaran narkoba. Baik berperan sebagai pengguna, kurir, juga pengedar narkoba. ”Kami menangkap 9 orang, baik berperan sebagai kurir, pengedar, maupun pengguna. Big bos-nya masih kami cari,” kata Burhanudin.

Kesembilan tersangka ditangkap secara terpisah. Mengenai modus peredaran narkoba, lanjut Burhanudin, para tersangka mengedarkan narkoba dengan cara putus-sambung. Mereka mengaku tidak saling mengenal antara satu pelaku dan pelaku lain.

Transaksi dilakukan dengan cara menaruh barang sabu tersebut di suatu tempat. Kemudian pembeli mengambil sabu tersebut. Bahkan antara penjual dan pembeli sabu mengaku tidak pernah bertemu atau tidak saling mengenal. Proses tansaksinya dilakukan dengan cara transfer. ”Barang bukti yang kami sita paling berat adalah 100 gram dari tangan salah satu tersangka, Davit,” kata Burhanudin didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Eko Hadi Prayitno.

Lebih lanjut, kata Burhanudin, kesembilan tersangka sejauh ini tidak melibatkan jaringan narapidana. Tersangka Davit mengaku baru bekerja sebagai pengedar sabu sejak seminggu lalu. Ia datang dari Salatiga kemudian ngekos di daerah Tegalsari Kota Semarang.

”Baru seminggu. Saya ditawari oleh seseorang melalui ponsel. Dimintai mengantarkan sabu ke sebuah tempat. Sekali antar saya mendapat upah Rp 50 ribu. Dalam sehari, saya mengantar 5 kali. Jadi, penghasilan sebagai kurir sabu Rp 250 ribu setiap sehari,” ujar Davit.
Dia mengaku tidak mengenal orang yang mengendalikan via handphone tersebut. ”Biasanya, saya diminta mengambil barang di Jalan Wahid Hasyim belakang gang. Barang itu, kemudian saya antarkan ke pinggir jalan menyesuaikan lokasi pemesan,” katanya.

Setiap pengiriman, tersangka membawa berbagai macam ukuran paket. Di antaranya paket 1 gram hingga 5 gram. ”Sejauh ini, saya mengirimkan ke daerah Banyumanik. Biasanya saya taruh di bawah tiang listrik. Nanti komunikasi dengan pemesan, barang tersebut akan diambil oleh pemesan. Uang pembelian dibayar melalui transfer menggunakan rekening,” katanya.

Para tersangka dijerat menggunakan pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun, serta denda Rp 800 juta. (amu/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -