Digrebek, Bandar Judi Berhasil Kabur

363
DITANGKAP: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menginterogasi enam tersangka perjudian yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menginterogasi enam tersangka perjudian yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menginterogasi enam tersangka perjudian yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Petugas Satreskrim Polres Semarang menggrebek arena judi dadu di Dusun Krajan RT 12 RW 08, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (1/6), sekitar pukul 23.00. Puluhan pelaku perjudian inipun langsung kabur melihat kedatangan tamu tak diundang, termasuk bandarnya, Sutarto alias Sutup. Petugas akhirnya hanya bisa mengamankan enam orang, dan menyita uang taruhan sebesar Rp 10,4 juta, serta satu set peralatan judi dadu.

Mereka adalah Sugiyanto, 47, warga Klero, Tengaran; Slamet Santoso, 39, warga Sumberejo, Kecamatan Pabelan; Prasetyo, 60, warga Salatiga; Iwan herwanto, 39, warga Dusun Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jatim; Budianto, 27, warga Dusun Ngentak, Bancak serta Rohman, 35, warga Jaraksari, Wonosobo, Kabupaten Wonosobo.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan, penggerebegan arena judi berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas tersebut. Petugas langsung melakukan penyelidikan, dan setelah memastikan lokasinya akhirnya petugas Satreskrim bergerak. “Selain melaksanakan program kerja 100 har Kapolri, penggerebegan ini dalam rangka memberantas perjudian, terutama menjelang Puasa,” katanya, kemarin.

Kapolres menambahkan, pelaku perjudian dadu ini sudah sering kali terjadi. Sejumlah wilayah yang kerap dijadikan lokasi perjudian yakni di Tengaran, Pabelan, Ambarawa dan Bawen serta beberapa pasar. Untuk mengantisipasi adanya perjudian dilakukan patrol rutin dan akan menindak tegas apapun bentuk perjudian. “Kami akan menindak tegas apapun jenis perjudian. Ini merupakan penyakit yang merusak masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pembantu bandar yang tertangkap Sugiyanto mengaku baru sekali ini berada di arena judi dadu. Sayangnya Sugiyanto tidak mau membeberkan lebih rinci berapa omzet perjudian tersebut. Meski begitu dugaan kuat omzet judi itu sangat besar mengingat banyak pemasang yang ikut taruhan dalam perjudian tersebut. “Saya tidak tahu Mas,” katanya. (tyo/fth)