Pedagang Terbantu Rescheduling Utang

133

SEMARANG – Kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Johar beberapa waktu lalu menyisakan masalah berat bagi para pedagang di pasar legendaris tersebut. Salah satunya adalah sulitnya pedagang membayar utang bank lantaran mereka tidak bisa berdagang, belum lagi ludesnya barang dagangan mereka.

Kondisi ini mengundang empati dari BNI Wilayah Semarang. Untuk meringankan beban pedagang, BNI Wilayah Semarang me-rescheduling utang, khusus untuk para pedagang di Pasar Johar. Para pedagang ini diberikan keringanan kredit atau memperpanjang pengembalian kredit.

“Rescheduling atau memperpanjang pengembalian kredit ini juga kami berikan pada kreditur Bank BNI di pasar Klewer Solo yang terbakar beberapa waktu lalu,” ungkap Suhardi Petrus Head of Network and Services PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Semarang.

Hingga saat ini, untuk jumlah kredit yang disalurkan kepada pedagang pasar Johar jumlahnya ada sekitar Rp 18 miliar. “Rata-rata kredit yang diambil oleh para pedagang pasar Johar adalah kredit mikro,” imbuh Suhardi.

Meski demikian, pihak BNI nantinya bisa juga memberikan tambahan kredit bagi para pedagang pasar Johar ini, agar mereka dapat membangun usaha kembali. “BNI tidak akan melakukan penghapusan kredit terhadap para keditur, karena memang kebakaran tersebut bukanlah bencana alam. Sehingga kredit akan tetap berjalan, hanya saja BNI memberikan keringanan,” jelasnya.

Ketua OJK Kantor Regional IV Jateng-DIY, Santosa Wibowo menambahkan, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total kredit yang masih menjadi tanggungan para pedagang Pasar Johar paska musibah kebakaran menembus angka Rp 97 miliar. “Kredit tersebut disalurkan melalui 49 lembaga keuangan, yang terdiri dari 30 perbankan dan 19 Bank Perkreditan Rakyat (BPR),” terang Santosa. Tepatnya, kredit ditanggung oleh 1.175 pedagang Pasar Johar.

Adapun perbankan yang paling banyak memberikan pinjaman kepada para pedagang yakni Bank Mandiri, BNI, BTPN, dan BRI. OJK memastikan pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran mendapatkan kebijakan atau perlakuan khusus. Perbankan dan BPR diimbau untuk memberikan tambahan kredit dan perpanjangan masa kredit kepada para pedagang Pasar Johar. (eny/smu)