Jadi Figuran Film

390
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

SEJAK kecil, Nada Silmi Yuha Dhiyadin memang sudah berbakat sebagai model. Silmi –sapaan akrabnya— mengaku menyukai dunia model sejak masih taman kanak-kanak (TK). Ia kerap mengikuti lomba model di Kota Salatiga dan Jakarta. Pernah juga mengikuti lomba di Batavia Artis Management dan meraih Juara I Catwalk, hingga dia dikirim ke Jakarta untuk mengikuti event lebih tinggi lagi.

”Setiap ikut lomba model Alhamdulillah selalu mendapat juara,” ujar putri pasangan Hamid Mustafa dan Yuli Rahayu ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Silmi mengaku tertarik dengan dunia model lantaran ibunya seorang make up model. Saat kecil, ia kerap melihat ibunya merias para model cantik. Sejak itu, ia menjadi tertarik untuk menjadi seorang model. Keinginan Silmi tersebut mendapat dukungan dari kedua orang tuanya.

”Waktu masih kecil, aku pernah ikut lomba modeling di kantor DPRD. Saat giliran aku naik ke panggung, aku merengek minta es krim. Saat itu, nomorku sudah disebut-sebut pembawa acara. Ketimbang kena diskualifikasi, saya pun langsung naik ke panggung tanpa sepatu dan masih membawa es krim di tangan. Tak tahunya aku malah terpilih jadi juara favorit,” kenang gadis kelahiran Banjarnegara, 5 September 1999 ini sambil tertawa.

Selain modeling, Silmi juga hobi menyanyi dan beberapa kali mengikuti casting sinetron dan film. Ia kerap mengikuti lomba menyanyi, bahkan sempat mengikuti ajang Idola Cilik 3 di salah satu stasiun televisi nasional.

”Aku juga pernah terpilih sebagai pemain figuran di film bersama Nia Zulkarnaen, Ari Tulang dan Chintya Lamusu. Meski hanya figuran, itu pengalaman yang sangat berkesan,” akunya.

Selain itu, saat kelas 4 SD, ia juga pernah bermain sinetron berjudul ”Bukan Cinta Terakhir” di Trans 7. ”Pernah juga buat film pendek bersama Om Edi Karsito dan artis cilik lainnya,” ucap gadis berkulit cokelat ini.
Ke depan, Silmi punya obsesi bisa menjadi model internasional dan mengikuti ajang Miss Indonesia. (mg24/aro/ce1)