Datsun Kuasai 18 Persen Pasar LCGC Nasional

136
EKONOMIS: Datsun Go+, mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
EKONOMIS: Datsun Go+, mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejak diluncurkannya Datsun Go Panca dan Datsun Go+, mobil yang masuk kategori murah dan ramah lingkungan (LCGC) ini langsung diminati pasar. Di tengah kondisi ekonomi Indonesia cenderung melemah, menurut data yang ada, dalam dua bulan terakhir yakni April dan Mei, secara nasional penjualan Datsun mencapai 5 ribu unit. Tahun ini, secara nasional Datsun sangat optimistis bisa meraih penjualan sebanyak 40 ribu unit.

Head Of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja mengatakan, Jateng punya kontribusi yang cukup besar yakni 8 persen. Indriani mangatakan, target akan diperjuangkan walaupun kondisi ekonomi saat ini masih lemah. “Kami sangat optimistis target tersebut bisa tercapai,” ujarnya di sela-sela pelepasan rombongan Datsun Risers Expedition di Dealer Nissan Setiabudi 144, Semarang Rabu (03/6) kemarin.

Menurut dirinya, potensi pasar Low Cost Green Car (LCGC) sangatlah besar. Fluktuatifnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini, secara tidak langsung akan membuat masyarakat mencari mobil murah yang irit bahan bakar. “Itu bisa jadi menjadi hal yang sangat positif, karena produk kami memiliki keunggulan irit bahan bakar,” katanya.

Untuk Kota Semarang, market share Datsun mencapai 23 persen dan diyakini akan terus bertambah. Pihaknya mengaku telah menyiapkan strategi dengan menambah 24 outlet di 2015 ini, dari 108 outlet yang sudah ada. “Datsun juga menggenjot penjualan dengan event, salah satunya dengan Datsun Risers Expedition (DRE) yang akan melewati beberapa propinsi, sekaligus mengenalkan ketangguhan dan lebih dekat dengan masyarakat,” timpalnya.

Terpisah, Romi Hidayat Branch Manager Datsun Setiabudi menambahkan, penjualan produk Datsun di Kota Semarang saat ini cukup baik. “Penjualan saat ini mencapai 70 unit perbulannya. Kami juga membidik pasar intansi dan pemerintahan kerena mobil ini cocok untuk menjadi operasional,” tambahnya. (den/smu)

Silakan beri komentar.