KOMPAK: Anggota Komunitas Love Bird Semarang (KLS) saat kopi darat di Taman KB belum lama ini. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Anggota Komunitas Love Bird Semarang (KLS) saat kopi darat di Taman KB belum lama ini. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para pencinta burung jenis Love Bird di Kota Semarang tergabung dalam satu komunitas. Namanya Komunitas Love Bird Semarang (KLS). Komunitas yang berdiri pada 29 Oktober 2014 ini juga menjadi wadah bagi para peternak dan penjual Love Bird. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

BURUNG berkicau jenis Love Bird kini semakin familier. Karena semakin banyak orang yang memilihara, dan mengembangbiakkan burung jenis ini. Anggota Komunitas Love Bird Semarang sendiri di akun Facebook sudah mencapai lebih dari 13 ribu orang. Anggotanya tidak hanya berasal dari Semarang, tapi juga Kendal, Salatiga, dan sejumlah kota lainnya di Jateng.
”Dari grup di Facebook itu, kemudian muncul wacana kopi darat (kopdar), hingga terbentuklah KLS dengan jumlah anggota sekitar 200 orang,” jelas Ketua KLS, Eri Purwanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Eri, KLS tidak hanya menampung pencinta Love Bird saja. Tapi juga penjual dan peternak jenis burung ini. Setiap kali kopdar, menjadi ajang kumpul-kumpul untuk sharing perawatan harian maupun cara beternak.

”Banyak banget ragam burung ini, seperti Love Bird kepala emas, cobalt, paskun, dan pasbir. Namun cara membedakan jenis kelaminnya butuh pengamatan yang jeli,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk membedakan jantan dan betina sebenarnya tidak begitu sulit, lantaran sudah ada ciri fisik. Untuk betina, jelas dia, punya ciri kepalanya lebih besar, dan paruh lebar. Sedangkan untuk jantan bentuk
sayap menyilang, dan ekor jantan nguncup. ”Memang butuh waktu dan pengamatan yang jeli agar tidak ditipu,” ujarnya.
KLS sendiri saat ini mencoba mewadahi pencinta Love Bird khusus untuk beauty kontes atau Love Bird kontes kecantikan bulunya. Sayangnya, kata dia, saat ini masih terbentur sedikitnya anggota yang membudidayakannya, karena fokus dengan Love Bird jenis kicau. Padahal burung yang memiliki bulu yang indah bisa memiliki harga jual yang tinggi.

”Memang nggak gampang mendapatkan Love Bird yang memiliki bulu yang indah. Perlu kesabaran dan ketekuan, karena harus menyilangkan beberapa indukan, dengan warna bulu yang berbeda untuk mendapatkan anakan dengan bulu yang indah,” katanya.

Untuk jual beli Love Bird antaranggota KLS, Eri lebih menekankan kepada seluruh anggotanya mengedepankan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Bahkan setiap kopi darat di Taman KB pada hari Minggu, pekan terakhir setiap bulan, banyak anggota yang mengajak serta keluarganya.

Selain kali kopdar, anggota komunitas ini kerap sharing kendala-kendala dalam perawatan Love Bird. Seperti menjauhkannya dari semut ataupun penyakit lainnya.

Anggota dari KLS sendiri bukan hanya pemilik Love Bird saja, tapi juga penjual vitamin dan pakan burung khusus jenis Love Bird. ”Kalau kendala utama dalam memelihara Love Bird hanya tiga M, yakni Maling, Mati, dan Mabur (terbang),” candanya. (*/aro/ce1)
JS: Tidak Gampang Dapat Love Bird dengan Bulu Indah