Pemprov Gelontorkan Rp 100 M

161

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk melakukan percepatan dalam realisasi pengembangan pangkalan udara Wirasaba yang berada di Kabupaten Purbalingga untuk menjadi bandara komersial. Dalam proyek pengembangan bandara yang membutuhkan anggaran Rp 250 miliar itu, pemprov siap menggelontorkan Rp 100 miliar.

”Kami akan membantu Rp 100 miliar. Sisanya ditanggung secara proporsional oleh lima kabupaten yang menyangganya sesuai dengan kemampuan anggaran masing-masing,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah bertemu dengan kepala daerah dari lima kabupaten yang dimaksud untuk mematangkan konsep pengembangan bandara itu. Kelima kepala daerah tersebut adalah Bupati Banyumas, Bupati Wonosobo, Bupati Purbalingga, Bupati Banjarnegara, dan Bupati Cilacap. ”Mereka telah sepakat untuk mempercepat penyelesaian bandara. Kalau bisa sekarang masuk, kemudian tahun depan bisa dimulai agar tidak bertele-tele,” kata mantan anggota DPR RI itu.

Dia berharap terhadap pemerintah daerah di lima kabupaten tersebut memegang komitmen dalam mendukung pengembangan bandara. Yaitu dengan membuat nota kesepahaman dengan TNI Angkatan Udara dan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, salah satu kendala mengapa pengembangan bandara sulit terlaksana adalah belum adanya MoU yang diteken bersama.

”Harusnya MoU sudah diteken, sehingga bisa langsung dieksekusi. Soal perjanjian kerja sama juga agar diatur secara detail, baik soal managerial, hingga tanggung jawab pengelolaan operasional bandara. Itu yang akan kita dorong,” terangnya.

Ganjar menambahkan, dengan dikembangkannya bandara Wirasaba menjadi bandara komersial, seluruh wilayah yang ada di bagian Jawa Tengah bagian barat dan selatan dapat terhubung satu sama lain. Selain itu, arus perekonomian di sekitar wilayah tersebut juga akan meningkat. ”Saya itu memimpikan ada bandara sipil yang dapat meng-cover Jateng wilayah Selatan-Barat. Kalau iya, mari kita bicara perencanaan yang lebih teknis,” tandasnya.

Untuk diketahui, studi kelayakan pengembangan bandara yang saat ini memiliki panjang 850 meter itu telah dilakukan pada 2006. Sementara Detailed Engineering Design (DED) juga sudah dibuat pada 2009. Berdasarkan DED tahun 2009 itu, dibutuhkan dana Rp 250 miliar untuk pembangunan Bandara Wirasaba. Dana yang dibutuhkan akan dapat dicapai dengan mengumpulkan APBD dari Pemprov Jawa Tengah dan kelima kabupaten terkait. (fai/ric/ce1)