Harga Pertamax Naik, Tak Khawatir Berpindah

114

SEMARANG-Kenaikan harga Pertamax yang diumumkan pemerintah per Sabtu (30/5) lalu, tak membuat Pertamina khawatir pelanggannya beralih ke premium. Pasalnya, harga sebelumnya Rp 8.800 menjadi Rp 9.300 untuk Pertamax 92 dan Rp 10.050 menjadi Rp 10.200 untuk Pertamax Plus ini dikarenakan penyesuaian harga minyak dunia yang mengalami kenaikan.

External Relations Pertamina IV Jateng-DIJ, Robert MV Damatubun, mengatakan bahwa jika kenaikan ini tidak akan berpengaruh kepada pengguna Pertamax. Dirinya pun mengaku tidak khawatir jika pengguna Pertamax akan berpindah atau migrasi kembali ke Premium.

“Pengaruhnya tidak ada. Kalaupun ada pasti kecil. Respon awal tentu akan terjadi di masyarakat, biasanya yang berpindah ke Premiun adalah pengguna Pertamax yang masih baru,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurutnya, pengguna Pertamax yang sudah loyal akan tetap menggunakan BBM non subisidi. Ini karena memiliki keunggulan dibandingkan Premium, dengan kualitas kadar oktan yang lebih bagus. “Kualitas yang lebih bagus, pasti akan dipilih masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan keawetan kendaraan,” timpalnya.

Pengguna Pertamax sendiri, lanjut Robert, terus mengalami kenaikan. Sebelumnya, konsumsi Pertamax perhari mencapai 200 kiloliter, kini mengalami kenaikan sebesar 300 kilo liter. “Trennya terus naik, progres pengguna pun terus meningkat,” ujarnya.

Menjelang Lebaran, Pertamina Jateng-DIJ akan meningkatkan stok Pertamax sebesar 200 persen dibandingkan hari biasa. Hal ini dilakukan agar stok di pasar tidak terjadi kelangkaan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. (den/ida)