Gagal Jadi Polwan

214
JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

NIAR Rasta Dhina sebenarnya bercita-cita menjadi anggota polisi wanita (polwan). Bahkan begitu lulus SMA, ia langsung mendaftar seleksi polwan. Namun impiannya menjadi polwan harus dikubur dalam-dalam, setelah gagal saat tes Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir). ”Saya pengin jadi polwan, karena ayah saya juga polisi. Jadi, terinspirasi dari beliau (ayah),” kata Niar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gadis kelahiran 6 Juni 1989 tersebut terpaksa mengurungkan niatnya menjadi polwan, dan memutuskan banting setir menjadi seorang model pada 2007.

”Saya jadi model setelah gabung di salah satu sekolah model di Semarang. Saya menikmati pekerjaan ini,” kata alumnus SMA Negeri 9 Semarang ini.

Selain menjadi model, Niar bekerja sebagai Customer Service (CS) di salah satu perusahaan operator seluler.
”Kerjanya sih lebih nyaman jadi model. Karena bisa hunting foto-foto dengan fotografer, dan duitnya juga lumayan,” ucapnya sambil tersenyum.

Finalis Putra Putri Nusantara ini mengaku bangga bisa menekuni dua pekerjaan sekaligus. Baginya, kuncinya dalam bekerja adalah kenyamanan.

”Nyaman itu prioritas utama, saya juga bisa bantu orang tua kalau sudah mandiri begini,” kata gadis yang hobi traveling ini.
Putri pertama dari tiga bersaudara ini mempunyai tip khusus bagaimana cara menghindari stres, yakni dengan menyalurkan hobi di tengah kesibukan kerja.

”Saya biasa melihat kembali jadwal acara, mencari hobi yang nyaman dan cocok, menyusun target, dan pastinya fokus serta jauhi hal-hal nggak penting yang bikin planning berantakan,” beber alumnus Fakultas Ekonomi Manajemen Udinus Semarang ini. (mha/aro/ce1)