RAZIA PREMAN : Jajaran Polres Kendal saat melakukan razia premanisme di Pasar Weleri Kendal, kemarin. (HUMAS POLRES FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA PREMAN : Jajaran Polres Kendal saat melakukan razia premanisme di Pasar Weleri Kendal, kemarin. (HUMAS POLRES FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Jajaran Polres Kendal menggelar razia preman di sejumlah lokasi keramaian di Kabupaten Kendal. Operasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi aksi premanisme yang kerap meresahkan warga.

Razia digelar dengan menyisir keramaian di sepanjang jalur pantura. Mulai dari Pasar Weleri, Terminal Bahurekso, dan Stasiun Kendal. Selanjutnya, petugas menuju Sub Terminal Pasar Kendal dan beberapa tempat lainnya.

Tempat-tempat tersebut diduga digunakan mangkal para preman. Namun, razia tersebut tidak membuahkan hasil, petugas tak berhasil menangkap satupun preman yang berkeliaran di daerah tersebut.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Arianto Salkery mengaku jika Polres Kendal menerima laporan dari sejumlah warga terkait adanya aksi premanisme di tempat-tempat umum. “Menindak lanjuti tersebut, pimpinan menugaskan kami untuk segera melakukan tindakan untuk mengantisipasi aksi premanisme,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, Arianto mengaku menerjunkan sedikitnya 22 personel Polres Kendal. Terdiri dari unit reserse kriminal (reskrim), intel, sabhara serta 8 siswa taruna Akademi Kepolisian. “Razia ini kami laksanakan sesuai dengan Program Prioritas Kapolri dengan sasaran premanisme. Yakni mencegah aksi premanisme,” jelasnya.

Di lokasi razia, pihaknya melakukan penyisiran dan meminta keterangan dari sejumlah sopir, tukang parkir serta masyarakat setempat. Namun, mereka tidak menemukan preman yang berkeliaran. “Kami hanya menemukan karcis parkir yang tidak sesuai peruntukannya yang digunakan petugas parkir. Pada karcis parkir tertulis peruntukannya untuk roda enam. Kami sudah memberi peringatan keras kepada petugas parkir untuk menggunakan karcis parkir yang sesuai peruntukannya,” terangnya.

Kendati tidak berhasil menemukan preman, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan razia. “Akan terus kami lakukan razia, sampai benar-benar dinyatakan aman dari aksi premanisme. Sehingga warga merasa nyaman saat berada ditempat-tempat umum atau tempat keramaian,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi juga telah melakukan razia beras plastik di sejumlah pedagang beras di pasar tradisional. Petugas melakukan pengecekan menggunakan sistem tradisional, yakni dengan membakar dan merendam beras ke dalam air. Namun, petugas tidak menemukan beras plastik.

Karsono, 42, seorang pengayuh becak di Pasar Weleri mengaku bahwa aksi premanisme jarang terjadi di wilayah pasar. “Kalau di pasar memang jarang, tapi sepertinya banyak di terminal atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di bekas terminal Weleri. Sebab, di sana banyak orang yang nongkrong,” tandasnya. (bud/ric)