Pastikan Dibangun Tahun Depan

237
TEMUI DEWAN : Sejumlah konstituen anggota dewan menyampaikan aspirasi di ruang rapat DPRD Jateng beberapa waktu lalu. Pemprov akan membangun gedung baru bagi wakil rakyat dengan alasan gedung lama sudah tidak representatif. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMUI DEWAN : Sejumlah konstituen anggota dewan menyampaikan aspirasi di ruang rapat DPRD Jateng beberapa waktu lalu. Pemprov akan membangun gedung baru bagi wakil rakyat dengan alasan gedung lama sudah tidak representatif. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang akan membangun gedung baru untuk anggota DPRD Jateng ternyata bukan hanya isapan jempol. Pembangunan yang diklaim sebagai usulan anggota dewan dan Pemprov Jateng itu akan direalisasikan pada 2016 mendatang.

”Gak apa-apa baru usul. Saya sebenarnya kemarin hanya melihat kapasitas sudah tidak cukup. Saling pepet-pepetan dan penataan ruang juga kacau. Maka kemudian saya tanyakan apa tidak bisa ditata ulang,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (1/6).

Ganjar mengaku sangat prihatin ketika anggota dewan menerima konstituen di tempat yang sama dengan ruang rapat. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki ruang khusus menerima tamu. Sementara di sana banyak tumpukan berkas-berkas yang blekethek (berantakan). ”Mereka setuju mengajukan penataan ulang. Sekaligus penataan kawasan di kompleks gubernuran dan dewan. Itu saja,” imbuhnya.

Disinggung apa tidak mengganggu skala prioritas program yang telah dicanangkan pemprov, Ganjar dengan tegas membantahnya. Menurutnya, program-program tersebut terus berjalan dan bahkan untuk program infrastruktur anggarannya selalu bertambah. ”Kalau bisa direalisasikan tahun depan. Untuk anggaran habis berapa saya belum tahu. Itu urusan teknis dan silakan tanya ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah),” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Jateng Urip Sihabudin saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti. Pasalnya, untuk detail usulan masing-masing kegiatan pihaknya belum memiliki. ”Hal ini dikarenakan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) belum menyusun RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) 2016,” terangnya melalui pesan singkat dikirim kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu Sekretaris DPRD Jateng, Indra Surya saat dikonfirmasi mengaku sudah mendengar wacana pembangunan gedung baru tersebut. Meski begitu, ia enggan berbicara banyak terkait dengan wacara tersebut. ”Itu masih belum masuk Renja di tahun 2016. Jadi belum bisa berbicara banyak,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, nanti ketika sudah ada Renja, bisa diketahui berapa anggaran yang akan dialokasikan. Selain itu, untuk urusan pembangunan gedung baru tergantung dengan DPRD Jateng. Jika semua anggota dan pimpinan sudah sepakat, maka tidak persoalan. ”Nanti baru dibahas dalam Banmus untuk lebih jauh. Tapi sampai sekarang memang itu baru rencana dari para anggota dewan,” imbuhnya.

Ia tidak mempersoalkan dengan rencana pembangunan gedung baru. Meski begitu harus tetap diimbangi dengan kinerja yang maksimal demi membangun Jateng lebih baik. Memang harus ada kajian lebih dalam terkait dengan asas manfaat dengan adanya pembangunan gedung tersebut. ”Ya harus diimbangi dengan kinerja. Apalagi mereka ini wakil rakyat,” tambahnya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan, pembangunan gedung baru dinilai perlu mengingat gedung saat ini kurang representatif. Sebab, kapasitas ruangan sudah overload dan membuat kinerja dewan kurang maksimal. Nantinya dalam pembangunan gedung baru setiap anggota bakal mendapatkan satu ruangan. ”Tapi ini kan baru tahap DED. Kalau memang biaya atau anggaran sudah ada ya membangun gedung baru itu tidak masalah,” katanya.

Rukma mengingatkan pembangunan gedung baru wacana di internal. Meski begitu, untuk urusan anggaran sepertinya Jateng dinilai mampu. Karena rencananya pembangunan bakal menghabiskan sekitar Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar. ”Kami harapannya 2016 bisa terwujud, ini kan untuk menunjang kinerja dewan demi membangun Jateng,” kilahnya. (fth/ric/ce1)