Optimalkan Pariwisata Semarang

298
OPTIMIS: Sigit Ibnugroho (baju putih, ketiga dari kiri) bersama dua orang timnya, foto bersama GM wilayah Semarang Jawa Pos Radar Semarang, Ismu Puruhito, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
OPTIMIS: Sigit Ibnugroho (baju putih, ketiga dari kiri) bersama dua orang timnya, foto bersama GM wilayah Semarang Jawa Pos Radar Semarang, Ismu Puruhito, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

LEMPONGSARI – Potensi pariwisata di Kota Semarang belum tergali dan tergarap dengan optimal. Padahal, jika digarap secara serius, sektor pariwisata bisa menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat besar. Seperti halnya wisata Batu di Kota Malang, Jatim Park, serta objek wisata di kota besar lainnya.

Mengembangkan potensi wisata di Kota Lunpia itulah yang akan menjadi program unggulan Sigit Ibnugroho jika mendapat rekomendasi untuk meramaikan bursa Pilwalkot 9 Desember 2015 mendatang.

Sigit Ibnugroho adalah bakal calon (balon) Wali Kota Semarang yang mendaftar dari Koalisi Garuda-Matahari (Gerindra-PAN). Bahkan, pria berusia 40 tahun ini menjadi satu-satunya kader Partai Gerindra yang berani tampil meramaikan bursa Pilwalkot 2015.

Dengan latar belakang pengusaha yang membawahi sedikitnya 22 perusahaan berbagai bidang, Sigit memantapkan diri maju dalam bursa Pilwalkot 2015. ”Basic saya pengusaha, jadi saya cenderung ingin mendatangkan investor ke Semarang. Dan menurut saya investor itu tidak harus dilihat secara building saja, tapi juga happiness masyarakatnya harus dipikirkan. Seperti mengeksplor potensi wisata yang ada di Kota Semarang,” ujar Ketua Prabowo Center Semaraang itu, saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (1/6).

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Semarang sekarang ini sudah cukup baik, seperti halnya program Semargres. Hanya saja menurut dia, event tersebut kurang cocok. Karena program tersebut justru mengajak masyarakat konsumtif, belanja. Utamanya masyarakat lokal. ”Seharusnya, bagaimana caranya orang di luar Semarang datang dan menghabiskan uangnya di Semarang,” tandasnya.

Selain itu, sebagai kota pesisir, Semarang memiliki pantai yang seharusnya bisa dioptimalkan sebagai destinasi wisata. Menurut Sigit, selama ini pemkot belum bisa melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, jika memang mendapatkan rekomendasi dari partai pengusungnya, dia ingin mengeksplor semua potensi wisata yang ada di Kota Semarang.

Pria asal Boyolali itu, selama ini sudah mengikuti tahapan seleksi yang dilakukan tim penjaringan Koalisi Garuda-Matahari. Setelah melakukan uji kompetensi para kandidatnya, dalam waktu dengan tim penjaringan akan menggelar survei elektabilitas. ”Siapa pun yang mendapat rekomendasi, saya pasti akan menghormati dan mendukung penuh,” ujarnya bijak.

Sisa waktu yang tinggal satu setengah bulan sebelum pendaftaran ke KPU ini, akan dimanfaatkan Sigit Ibnugroho untuk menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Sembari menunggu rekomendasi dari DPP. ”Saya ingin tampil apa adanya. Saya tidak ingin melakukan hal yang tidak biasa saya lakukan. Karena itu justru akan terbaca sebagai pencitraan belaka. Jadi saya akan melakukan sosialisasi dengan hal-hal yang wajar,” tandasnya.

Sigit Ibnugroho yang didampingi tiga tim suksesnya berharap hubungan dengan Jawa Pos Radar Semarang ke depannya bisa semakin baik. Bahkan dia juga berharap sebagai media bisa mempertahankan netralitasnya. ”Jawa Pos Radar Semarang ini memang yang pertama saya kunjungi. Saya melihat pemberitaan-pemberitaannya berbeda dengan media-media lain. Lebih tajam. Itu alasan saya kenapa pertama kali kunjungan ke Jawa Pos Radar Semarang,” tandasnya.

General Manager (GM) wilayah Semarang Jawa Pos Radar Semarang Ismu Puruhito mengapresiasi langkah Sigit Ibnugroho yang menjadikan Jawa Pos Radar Semarang sebagai tujuan pertama kunjungannya. Dia berharap silaturahmi ini terus terjalin dengan baik hingga ke depannya. ”Semoga niat baik panjenengan untuk Kota Semarang bisa berbuah rekomendasi dari partai. Sebagai media, kita mendukung pembangunan Kota Semarang menjadi lebih baik,” tandasnya. (zal/ce1)