KEMARAU : Bendungan Cepoko di Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang mulai surut dan kini digunakan anak-anak untuk bermain dan memancing. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
KEMARAU : Bendungan Cepoko di Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang mulai surut dan kini digunakan anak-anak untuk bermain dan memancing. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

PABELAN—Bendungan Cepoko di Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, mulai digunakan anak-anak untuk bermain. Lantaran air yang mengalir dari hulu sungai mengalami penurunan debit, sehingga beberapa bagian bendungan yang biasanya dipenuhi air, sepanjang musim kemarau ini mulai surut.

Menurunnya debit air di muara mata air Senjoyo, membawa dampak langsung bagi petani Dadap Ayam, Kecamatan Suruh. Pasalnya selama musim penghujanpun, petani di Dadapayam tetap masih kekuarangan air irigasi, sehingga hanya bisa panen sebanyak dua kali setiap tahun.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Bendungan Cepoko, Senin (1/6) kemarin, beberapa anak dan orang dewasa menghabiskan waktu di bendungan untuk memancing. Sementara itu, di Dadapayam, petani sudah memulai memanen padi.

Yustono, 34, warga Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, mengatakan, meskipun sudah memasuki musim kemarau, kami bersyukur hujan masih tetap turun. Bahkan bisa lebih deras dari biasanya. Meski begit, jika mulai menginjak kemarau, bendungan biasanya ramai oleh warga dan anak-anak yang memancing ikan. “Kalau bendungan surut, dimanfaatkan banyak warga untuk refreshing atau mengisi kekosongan tanpa mengeluarkan biaya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Rohman, 32, warga Kalibening Salatiga. Musim kering di Bendungan Cepoko bisa menjadi tempat bermain anak-anak. Meskipun tetap harus menjaga keselamatan. Anak-anak SD sampai SMA sering memancing di sini selepas pulang sekolah. “Kadang dapat ikan. Tapi kalau kurang beruntung, ya membawa dengan tangan kosong. Tapi niatnya bukan dapat ikan, tapi melepas penat,” jelasnya.

Terpisah, Agus, 56 , warga Dadapayam yang juga pemilik lahan pertanian mengatakan, musim kering akan menyebabkan aliran air irigasi ke sawah semakin sulit. Untungnya beberapa hari ini masih diguyur hujan. Jadi bisa mengurangi beban patani. “Solusinya dengan mengatur kembali bendungan. Juga pengerukan batu dan pasir, karena bendungan sudah tertutup pasir dan batu,” pungkasnya. (abd/ida)