SIPINTER : Kasdim Mayor M Darojat (kanan) memberikan secara simbolis handphone Sipinter kepada Pasiter Kapten Kav Karmadi dan anggota Kodim lainnya di Makodim Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SIPINTER : Kasdim Mayor M Darojat (kanan) memberikan secara simbolis handphone Sipinter kepada Pasiter Kapten Kav Karmadi dan anggota Kodim lainnya di Makodim Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Kodim 0716 Demak hingga kini terus melakukan pemantauan terhadap penanganan kasus hukum pupuk bersubsidi yang terjadi pada Februari lalu. Dalam perkembangannya, kasus pupuk tersebut telah ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak dan tak lama lagi segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kasdim Mayor M Darojat mengungkapkan, berkas kasus pupuk oplosan tersebut telah dinyatakan lengkap (P21). “Sebentar lagi akan dilimpahkan oleh pihak kejaksaan ke PN,” ungkap Kasdim M Darojat didampingi Pasiter Kapten Kav Karmadi di sela memberikan secara simbolis handphone (HP) sebagai alat sistem informasi pelaporan territorial (Sipinter) kepada 274 personel Babinsa di Makodim, Jalan Kiai Singkil, Kota Demak, kemarin.

Menurutnya, penanganan kasus pupuk tersebut terus dilakukan pihak penegak hukum. Bahkan, Kasdim Mayor M Darojat bersama Pasi intel Kapten Inf Ibnu Latifurrahman menjadi saksi kunci dalam penanganan kasus pupuk tersebut.

Menurut Kasdim, pelaku kasus pupuk tersebut dikenai pasal berlapis. Yaitu, dinilai melanggar pasal 62 ayat 1 KUHP terkait ekonomi dan perdagangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. Selain itu, melanggar pasal 106 dan 103 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara bagi pelakunya.

Seperti diketahui, Polres Demak sebelumnya telah menetapkan Katek, sebagai tersangka terkait kasus dugaan pupuk oplosan tersebut. Polres pun telah melimpahkan kasus ini ke Kejari Demak. Atas pengungkapan kasus pupuk itu, dua personel TNI Kodim Demak telah memperoleh penghargaan.

Pasiter Kapten Kav Karmadi menambahkan, untuk meningkatkan ketahanan pangan, petugas TNI (Babinsa) dibekali peralatan canggih untuk pelaporan secara langsung kepada pimpinan. Alat Sipinter ini sangat berguna dalam menunjang kelancaran tugas TNI dalam mengawasi distribusi pupuk di lapangan. Menurutnya, alat Sipinter tersebut adalah hasil kerjasama antara Kodam IV Diponegoro dengan produsen alat tersebut. “Kita nyicil selama dua tahun,” jelasnya. (hib/ric)