Tebus Obat Ibunya, Nekad Tilap Motor

219
DIRINGKUS : Tersangka Ahmad Munib menunjukkan sepeda motor temannya yang dibawa kabur dan dijual untuk biaya berobat ibunya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Tersangka Ahmad Munib menunjukkan sepeda motor temannya yang dibawa kabur dan dijual untuk biaya berobat ibunya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Terdesak lantaran tidak punya uang untuk menebus obat bagi ibundanya, nekad menilap sepeda motor Yamaha Vega R H 3941 HV milik temannya Agung Wibowo, warga Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Adalah seorang penjaga keamanan di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Ahmad Munib, 33, warga Dusun Sengkrik, Desa Kalikuro, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Sepeda motor itu oleh tersangka dijual seharga Rp 1,9 juta dan uangnya digunakan untuk menebus obat ibunya. Tidak berapa lama, tersangka akhirnya diringkus di rumahnya oleh petugas Polsek Bergas. Saat ini, tersangka mendekam di rumah tahanan Mapolsek Bergas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Waktu itu saya tidak punya duit, sedangkan ibu saya sakit dan butuh obat. Sehingga saya punya pikiran mengambil sepeda motor teman saya,” tutur Munib, kemarin.

Kasus penggelapan tersebut berawal 8 April 2015 lalu, ketika itu Munib menemui korban di bengkelnya di kawasan Bergas. Kepada korban, Munib menawarkan velg sepeda motor seharga Rp 400 ribu. Selanjutnya Munib minta korban mengantarkannya ke rumah kosnya untuk mengambil velg. Di tengah perjalanan tempat di Dusun Kutan, Desa Randugunting, Bergas, tersangka Munib minta korban menghentikan laju sepeda motornya. Munib kemudian meminjam sepeda motor tersebut, alasannya untuk mengambil kunci kosnya yang tertinggal di pabrik.

Ternyata itu hanya modus yang digunakan Munib untuk membawa kabur sepeda motor korban. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Bergas, sebab Munib tidak kunjung mengembalikan sepeda motornya. “Sepeda motor itu saya jual seharga Rp 1,9 juta. Uangnya sudah habis untuk beli obat dan bayar utang serta biaya hidup selama buron,” akunya.

Kapolres Semarang AKBP Latif Usman mengatakan, tersangka Munib sempat kabur ke Jakarta. Selanjutnya melalui keluarganya, Munib diminta kembali. Setelah kembali, polisi langsung menangkapnya. Barang bukti sepeda motor berhasil disita dari teman tersangka sekalipun kondisinya sudah dimodifikasi menjadi sepeda motor trail. “Kami terapkan pasal 378 atau 372 KUHP, tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor,” tutur Kapolres. (tyo/ida)