Nur Kasiyan Jatah Pemandu Karaoke Rp 61 Juta

154

MANYARAN – Setelah divonis majelis hakim dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atas kasus dugaan korupsi pengadaan logistik 2012 senilai Rp 193 juta, Nur Kasiyan, mantan Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, akan kembali menghadapi persidangan, Kamis (4/6) mendatang.

Nur Kasiyan menjalani kembali menjalani persidangan atas perkara dugaan korupsi dana hibah bencana alam dari Tohir Foundation Jakarta sebesar Rp 190 juta dan dana bantuan Gubernur Jateng sebesar Rp 456 juta dengan agenda keterangan saksi.

”Pak Alimin R. Sujono (Ketua Majelis Hakim) sedang mengikuti pelatihan di Bandung, kalau Ketua Majelis tidak bisa diwakili, kalau Hakim Anggota bisa diwakili. Maka hakim majelis sepakat menunda sidang pada, Kamis 4 Juni 2015,” kata pimpinan hakim sementara, Gatot Susanto.

Terdakwa, Nur Kasiyan tanpa didampingi Penasihat Hukumnya langsung menyatakan bersedia. ”Baik Yang Mulia, tidak apa-apa, kami memahami,” kata Nur Kasiyan usai jalani sidang putusan kasus pertamanya.

Dalam sidang keterangan saksi sebelumnya, yakni seorang PK (Pemandu Karaoke) berinisial SG alias Maya mengaku kerap menemani terdakwa Nur Kasiyan bernyanyi selama dua bulan. Tepatnya sejak Januari-Maret 2014. ”Saya sering diajak menemani bernyanyi,” kata Maya di hadapan majelis hakim yang diketuai Alimin R. Sujono.

Selama akrab dengan terdakwa, Maya mengaku diberi uang sebesar Rp 61 juta. Uang diberikan dalam bentuk transfer ke rekening yang bersangkutan. ”Uang itu saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk bayar anak saya sekolah,” sebut Maya.
Seperti diketahui, kasus terungkap saat terjadi bencana longsor di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, Januari 2014 lalu. Atas hal itu, Pemkab Kudus lewat BPBD mendapatkan bantuan dana dari Erick Tohir Foudation dan Pemprov Jateng. Tapi bantuan itu tak juga diterima.

Dalam kasus kedua ini, Nur Kasiyan telah dilaporkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Jumadi. Dana hibah bantuan bencana Thohir Foundation diberikan pada April 2014. Pencairan dana dilakukan secara sepihak oleh Nur Kasiyan selaku bendahara sebesar Rp 190 juta.

Dana yang seharusnya untuk bantuan korban bencana alam ternyata dicairkan lalu ditransfer ke rekening pribadinya. Sementara bantuan dari gubernur senilai Rp 456 juta dalam bentuk cek juga dicairkan namun tanpa sepengetahuan Kalakhar BPBD. Tidak ada kejelasan dalam penggunaan dana tersebut sehingga Nur Kasiyan akhirnya dilaporkan ke kepolisian. (bj/zal/ce1)