Dewan Bakal Punya Ruangan dan Staf Ahli

152

Anggota DPRD Jateng bakal kian dimanjakan dengan pembangunan gedung baru. Rencananya setiap anggota dewan bakal mendapatkan satu ruangan khusus. Untuk pembangunan, Pemprov Jateng bakal menganggarkan Rp 10 miliar-Rp 15 miliar. Dana itu diklaim akan dikucurkan dengan melihat kemampuan keuangan pemprov.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan, pembangunan itu rencananya bakal dilakukan pada 2016. Saat ini masih dalam tahap pembuatan Detailed Engineering Design (DED) dari Dinas Cipta Karya, Permukiman dan Tata Ruang (Dincipkimtaru) Jateng. Menurutnya, pembangunan gedung baru saat ini memang dibutuhkan mengingat kondisi gedung DPRD Jateng yang kurang memadai. ”Pembangunan ini kan untuk menunjang kinerja anggota dewan. Selama mampu secara keuangan ya tidak masalah,” katanya kemarin.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detail terkait dengan proses pembangunan. Karena semua di-handle oleh Pemprov Jateng. DPRD Jateng nantinya hanya menempati ketika gedung sudah dibangun. ”Kalau untuk ke depan, setiap satu anggota dewan mendapatkan ruangan satu. Jadi nanti mereka bisa fokus untuk melayani rakyat,” imbuhnya.

Meski begitu, Rukma tidak ingin pemprov melakukan pembangunan secara terburu-buru. Pembangunan bisa dilakukan ketika APBD cukup. Selain gedung, ke depan setiap anggota dewan idealnya harus memiliki satu staf ahli untuk membantu kinerjanya dalam mengemban amanah rakyat. ”Kalau sekarang jalan sendiri tidak memiliki staf ahli repot. Harusnya memang ada, jadi ketika ada persoalan ada yang memberikan masukan atau arahan,” tambahnya.

Pembangunan gedung baru ini mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Jateng. Dewan menilai pembangunan perlu, mengingat kondisi gedung lama sudah tidak muat lagi. Sebab, satu ruangan di komisi digunakan untuk 20 anggota dewan. ”Kalau pembangunan direalisasikan itu bagus. Jadi anggota dewan bisa maksimal dalam menjalankan tugas,” kata anggota Komisi C DPRD Jateng, Ahmad Ridwan.

Menurutnya pembangunan sangat dibutuhkan dan tidak membebani keuangan Pemprov Jateng, karena hanya membutuhkan anggaran Rp 10 miliar–Rp 15 miliar. Sebab nantinya, pembangunan gedung bakal menjadi aset berharga bagi Pemprov Jateng. ”Itu kan nanti jadi aset pemprov, ya tidak masalah. Kalau melihat keuangan tidak terlalu membebani,” tambahnya. (fth/ric/ce1)