Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Targetkan 5 Ribu Kantong Darah Per Tahun

279
Ketua PMI Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono MMR (kanan) secara simbolis memberikan papan plang PMI tingkat kecamatan di sela pelantikan pengurus kecamatan di Pendopo. (wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
Ketua PMI Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono MMR (kanan) secara simbolis memberikan papan plang PMI tingkat kecamatan di sela pelantikan pengurus kecamatan di Pendopo. (wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak kini terus berkembang pesat. Bahkan, PMI juga telah membentuk kepengurusan di setiap kecamatan. Para pengurus tingkat kecamatan sendiri secara resmi dilantik oleh Ketua PMI Demak dr Singgih Setyono MMR pada Kamis (28/5) lalu di Pendopo Kabupaten Demak, Jalan Kiai Singkil Nomor 7.

WAHIB PRIBADI, Demak

Saat itu, juga dikukuhkan Forum Relawan PMI, Forum Pembina Palang Merah Remaja (PMR), dan Komunitas Donor Darah Sukarela Sibat (Siaga Bencana Masyarakat) Kecamatan Mijen. Pelantikan bersamaan dengan peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional ke-152.

Ketua panitia pelantikan PMI Kecamatan, Daryanto mengatakan, dibentuknya kepengurusan di level kecamatan salah satu tujuannya adalah agar petugas PMI siap selalu ketika ada bencana di wilayah kecamatan masing-masing. Ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat, termasuk dalam pelayanan donor darah.

”Dengan demikian, dengan adanya pengurus PMI di kecamatan pelayanan kemanusiaan PMI diharapkan lebih maksimal. Selain itu, dalam rangka bulan dana PMI, kita juga segera menghimpun dana masyarakat yakni Rp 2 ribu per kepala keluarga (KK),” terang Daryanto yang juga menjabat Kabag Humas Pemkab Demak ini.

Ketua PMI Demak, Dr Singgih Setyono mengungkapkan, PMI terus berbenah. Bahkan, PMI Demak dalam perkembangannya kini indikatornya semakin membaik. Bila semula indikatornya kuning dan mendekati merah, maka sejak dua tahun lalu indikatornya sudah hijau. Artinya, kondisinya lebih baik termasuk dari sisi administrasinya. “PMI Demak dulu diawal-awalnya berada pada posisi 5 terbawah di wilayah Jateng. Tapi, sekarang sudah bisa bersaing dengan PMI lainnya. Bahkan, pada jambore PMI tingkat Provinsi Jateng, PMI Demak berhasil meraih juara pertama bersama Banjarnegara dan Kota Surakarta. Karena itu, kita harus bangga atas prestasi ini, termasuk bangga menjadi pengurus PMI kecamatan.

Dimanapun kita bertugas, maka berilah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Demak,”ujar dr Singgih memberikan semangat di sela pelantikan pengurus PMI kecamatan periode 2015-2020 tersebut.

Menurutnya, PMI merupakan tempat atau wadah yang tepat untuk mengabdikan diri dalam pelayanan kemanusiaan demi kebaikan bersama. Dalam kesempatan itu, dr Singgih juga mendorong kepengurusan kecamatan lebih bersemangat dan tetap menjaga kekompakan. Menurutnya, setiap ada bencana alam yang terjadi di masyarakat, pengurus PMI kecamatan yang kali pertama diurusi adalah memastikan bagaimana tidak ada keluarga yang kekurangan bahan makanan.

Karena itu, langkah yang dilakukan PMI adalah mendirikan dapur umum, termasuk kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, mendirikan MCK dan persediaan air bersih. Untuk memudahkan pelayanan di pedesaan, PMI telah menggagas pengadaan mobil Elf untuk PMI kecamatan. Dr Singgih menambahkan, PMI telah belajar banyak dengan PMI Kabupaten Cilacap.

Sebaliknya, PMI Cilacap belajar kepada Demak soal infrastruktur betonisasi jalan. “Apa hubungannya PMI dengan jalan? Kalau jalannya bagus tentu PMI tidak akan terlambat memberikan pertolongan pada masyarakat. Ibu-ibu yang sedang hamil dan mau melahirkan juga dapat mengakses jalan dengan cepat menuju rumah sakit. Karena itu, pengaruh infrastruktur terhadap kesehatan masyarakat dan PMI sangat signifikan,” kata dr Singgih yang juga menjabat sebagai Sekda Pemkab Demak ini.

Dia mengatakan, PMI Demak menargetkan dapat mengumpulkan 5 ribu kantong darah per tahun. Karena itu, agar darah PMI tersebut dapat tersalurkan ke masyarakat dengan baik, maka perlu ada bantuan instansi lain, seperti Dinas Kesehatan, RSUD Sunan Kalijaga, RSI NU, RS Pelita Anugerah Mranggen dan lainnya. “PMI terus berusaha mengejar ketertinggalan, termasuk menjaga kualitas darah hasil donor melalui proses mesin Elisa. Di Jateng ini, PMI yang sudah maju itu PMI Kota Surakarta, Kota Semarang dan Cilacap,” jelasnya.
Bupati Demak, HM Dachirin Said menuturkan, PMI harus tetap memegang 7 prinsip dasar.

Yaitu, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. “Aspek kemanusiaan ini penting. Sesama makhluk Allah, kalau kita ingin berharga, maka hargailah orang lain. Artinya, kita harus bisa memanusiakan manusia. Kita juga harus ikhlas dan jujur serta peka terhadap lingkungannya. Ini sangat penting dipegang para relawan PMI dalam menjalankan tugasnya di masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati, para relawan PMI memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap gotong royong dan saling tolong menolong antar sesama. “Sikap serupa juga dimiliki para relawan BPBD setiap ada bencana alam langsung terjun memberikan pertolongan pada korban bencana. Para relawan PMI dan BPBD menolong tanpa pamrih demi kemanusiaan ,” imbuhnya. Bupati Dachirin Said juga mendorong PMI terus melakukan aksi donor darah agar target bisa terpenuhi. Agar pelayanan PMI di pedesaan bisa berlangsung lancar, Pemkab juga akan memberikan
fasilitas satu mobil atau kendaraan operasional. (*/adv/ric)