Order Peralatan Ibadah, Naik 100 Persen

273
PESANANAN LEBARAN : Pekerja konveksi sedang menggarap pesanan kerudung di Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PESANANAN LEBARAN : Pekerja konveksi sedang menggarap pesanan kerudung di Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TENGARAN—Sejumlah home industri di bidang konveksi busana muslim di Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang mengalami kenaikan pesanan hingga 100 persen. Permintaan yang selalu meningkat tiap menjelang ramaan ini datang dari Salatiga, Solo dan Semarang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang Jumat (29/5) kemarin, di salah satu konveksi di Sruwen sudah mulai mengerjakan banyak pesanan barang dengan melibatkan 11 penjahit. “Sehari bisa menghasilkan 50 kerudung dan busana muslim,” kata Shibghotallah, 26, manajer konveksi asal Sruwen.

Menurutnya, menjelang Ramadan pesanan kerudung memang meningkat lebih dari seratus persen di banding hari biasa. Pesanan datang dari para pedagang langganan yang ada di Solo, Ungaran, Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Saat ini, konveksinya baru bisa memproduksi kerudung dan busana muslim. “Untuk motif, kami belum bisa memproduksi model yang ribet. Paling hanya busana muslim jenis kerudung dan abaya,” terangnya.

Ditambahkan dia, untuk menaikkan omzet penjualan perlu melakukan bazar dan mencari pedagang baru. Sedangkan mencari pedagang baru itu bukan perkara mudah. “Biasanya kalau sudah menjadi pelanggan salah satu home industry, maka akan sulit berpindah ke home industry lain,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Angga, 34, pemilik Toko Raja Kerudung. Menjelang Ramadan, barang-barang berupa kerudung dan alat ibadah mulai dipasok dari konveksi lokal dan Jakarta. Biasanya paling laris adalah menjelang Ramadan dan seminggu menjelang hari raya. “Saya sudah menyiapkan barang satu bulan sebelumnya. Kalau mendekati hari H, barang-barang biasanya sudah habis,” jelasnya.

Subhan, 23, pelanggan di Raja Kerudung mengaku sudah bersiap membeli peralatan ibadah untuk salat tarawih. “Masak satu tahun beri peralatan ibadah tidak bisa?” pungkasnya. (abd/ida)