31 Galian C Terancam Ditutup

430
SIDAK GALIAN C : Rombongan DPRD Kabupaten Batang, saat melakukan sidak Galian C di Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK GALIAN C : Rombongan DPRD Kabupaten Batang, saat melakukan sidak Galian C di Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Sebanyak 31 lokasi aktivitas pertambangan Galian C, terancam ditutup oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya selain ilegal atau tidak memiliki izin pertambangan, juga merusak lingkungan sekitar.

Adapun 31 Galian C ilegal tersebut, terdapat pada 11 kecamatan, yakni Kandeman, Subah, Tulis, Banyuputih, Limpung, Tersono, Blado, Reban, Warungasem, Wonotunggal, dan Pecalungan. Sedangkan sesuai Perda 7 Tahun 2011, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), hanya tiga kecamatan yang diizinkan menjadi area pertambangan Galian C, yakni Kecamatan Gringsing, Bawang, dan Bandar.

“Hanya ada tiga kecamatan yang boleh dilakukan untuk pertambangan, yakni Kecamatan Gringsing, Bawang, dan Bandar,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT), Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, Jum’at (29/5) siang kemarin.

Sri Purwaningsih juga mengatakan bahwa per Oktober 2014, kewenangan perizinan dan pengawasan pengendalian (Wasdal) Galian C sudah ditarik ke Provinsi Jateng. Sehingga semua pengusaha Galian C yang belum mempunyai izin atau izinnya belum diperpanjang, segera mengajukan ke Propinsi Jateng.

“Baru ada tiga penambang yang memiliki izin. Selebihnya ilegal dan izin penambangan bukan lagi kewenangan BPMPPT Kabupaten Batang,” kata Sri Purwaningsih.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Batang, Ulul Azmi, menandaskan bahwa Dinas ESDM Provinsi Jateng sudah menerima dan memiliki data penambang ilegal di Kabupaten Batang. “31 penambang Galian C tersebut, disamping tidak memiliki izin, juga menyalahi Perda 7 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” tandas Ulul Azmi.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Batang, Edy Siswanto, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke penambang Galian C di Balai Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, menyesalkan sikap para penambang yang sudah ditegur beberapa kali, namun tetap melakukan penambangan. Akibatnya, lingkungan sekitar menjadi rusak dan sawah banyak yang tidak teraliri air sungai.

“Kami minta ketegasan Bupati Batang terhadap penambang ilegal ini. Perda 7 Tahun 2011 harus ditegakkan. Jika tidak ada penertiban, akan muncul penambang ilegal baru,” tegas Edy Siswanto. (thd/ida)