MENGAJAR : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ketika menyampaikan materi bahaya narkoba kepada siswa SMPN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGAJAR : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ketika menyampaikan materi bahaya narkoba kepada siswa SMPN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (28/5) kemarin mengajar tentang bahaya Narkoba di SMPN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Gubernur mengajar dengan bahasa Jawa, mengingat adanya penerapan Kamis Jawa yang mewajibkan menggunakan bahasa Jawa di lingkungan Pemprov Jateng.

Gubernur menyampaikan materi, dengan model tanya jawab, dengan harapan akan lebih mudah materinya dipahami ratusan siswa kelas VIII dan IX. Selama satu jam Gubernur menyampaikan pesan bahayanya mengkonsumsi narkoba. Sejumlah siswa langsung antusias untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan Gubernur. Apalagi, Gubernur memberikan hadiah berupa buku. “Pak Gubernur, bagaimana membedakan brownis mengandung ganja,” kata siswa kelas IX, Ruliyana.

Gubernur balik bertanya pada Ruliyana mengetahui hal itu dari mana dan ternyata mengetahuinya dari televisi. Selain Ruliyana, siswa lainnya, Fahrul Huda, meminta ada langkah konkrit mengatasi peredaran narkoba.

Gubernur selanjutnya membeberkan tentang pengaruh buruk narkoba bagi fisik dan psikis. Selain itu, upaya yang harus dilakukan ketika mengetahui ada seseorang yang kecanduan narkoba. Gubernur meminta agar para siswa menjauhi narkoba dan mengajak teman-temannya yang kecanduan untuk bertobat. Selain itu, Gubernur meminta pengetahuan tentang bahaya narkoba itu ditularkan pada siapapun.

“Jika ada teman yang menjadi pengguna narkoba jangan dijauhi, tetapi diberi pencerahan tentang efek mengkonsumsi narkoba. Lalu teman yang kecanduan itu diajak untuk tidak lagi mengkonsumsi narkoba,” kata Gubernur dengan bahasa Jawa yang kental.

Saat mengajar di SMPN 2 Ungaran, Gubernur didampingi Bupati Semarang Mudjirin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dewi Pramuningsih serta Kepala SMPN 2 Ungaran, Sumardi Azis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan, memang sangat penting mengenalkan bahayanya narkoba pada siswa di sejumlah sekolah. Sehingga kedepan pihaknya akan lebih memaksimalkan sosialisasi bahaya narkoba dengan bekerjasama menggandeng Dinas Kesehatan, BNN dan juga Kepolisian.

“Sebenarnya sosialisasi atau penyuluhan bahaya narkoba sudah dilakukan. Bahkan sosialisasi bahaya narkoba ini sudah terintegrasi dengan pelajaran yang lain. Tidak hanya pada siswa saja, tetapi juga disosialisasikan kepada Guru dan Pengawas,” kata Dewi. (tyo/ida)