RAZIA: Jajaran Polres Kendal yang dipimpin Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery melakukan razia peredaran beras plastik di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARARANG)
RAZIA: Jajaran Polres Kendal yang dipimpin Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery melakukan razia peredaran beras plastik di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARARANG)

KENDAL – Sebagai antisipasi masuknya beras plastik di Kendal, jajaran Polres Kendal melakukan razia ke sejumlah pedagang beras di sejumlah pasar tradisional. Operasi dilakukan dengan memeriksa beras yang dijual oleh para pedagang beras pasar setempat.

“Kami mengambil sampel beras untuk dicek keasliannya secara manual. Kami cek beras secara manual dengan menaburkan beras ke dalam air atau membakarnya,” kata Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery, Rabu (17/5).

Ia menambahkan, jika berasnya mengapung maka bisa diduga kuat beras tersebut telah terkontaminasi dengan campuran beras plastik saat mengambil beras dari distributor. Begitupun jika beras terbakar saat terkena api. Operasi dilaksanakan hampir tiga jam. Hasilnya petugas tidak menemukan beras yang terbuat dari bahan plastik. Dipastikan, beras yang masuk ke wilayah Kabupaten Kendal merupakan produksi lokal.

“Tidak ada beras yang diambil dari luar kota, atau bahkan dari luar negeri. Beras yang beredar di Kendal merupakan hasil dari petani lokal. Seperti Weleri, dan Cepiring. Kalau luar daerah, adanya dari Demak dan daerah-daerah lain tapi masih lingkup Jateng,” imbuhnya.
Meski begitu, setidaknya razia yang dilakukannya agar masyarakat selalu waspada terhadap maraknya beras plastik yang telah memasuki pasar Indonesia. “Kepada pera pedagang, hendaknya mengambil beras dari lokal saja, jangan beras impor. Begitupun masyarakat sebagai pembeli harus selalu waspada,” tambahnya.

Ia menambahkan, di Kendal masih belum ada laporan terkait dengan keberadaan beras plastik. Dia menambahkan, razia serupa juga akan dilakukan pada tempat penggilingan padi. “Selain itu, kami rutinkan melakukan operasi mobil yang diduga sebagai distributor beras yang masuk ke Kendal,” tambahnya.

Siti Zumroh, seorang pedagang beras di Pasar Kendal mengaku tidak pernah mengambil beras produksi impor. “Berasnya lokal sini saja. Karena di Kendal sudah cukup banyak sebagai daerah penghasil beras. Kalau ada, ya dari Demak,” katanya.

Ia menambahkan, jika beras plastik kebanyakan beredar di luar pulau jawa. Hal itu lantaran kebutuhan beras di Jateng sudah tercukupi dari beras lokal sendiri. “Sehingga larinya pasti ke Jakarta atau daerah-daerah yang minim ketahanan pangan dalam sektor beras,” tambahnya. (bud/fth)